PEMANFAATAN SUMBER DAYA PANAS BUMI

Sumber Daya Panas Bumi sangat bervariasi di setiap daerah berpotensi, tergantung pada suhu, kedalaman sumber, kimia batuan dan jumlah dari fluida.

Secara umum pemanfaatan sumber daya panas bumi dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu pemanfatan untuk pembangkit listrik (Electricity Generation) dan pemanfatan bukan listrik (Direct Use),

Tipe dari sumber panas bumi menentukan metode pemanfaatanya. Sumber panas bumi dengan Enthalpy tinggi dimanfaat untuk Pembangkit Listrik. Namun dengan tehnologi modern pembangkitan  listrik dapat juga dilakukan untuk Enthalpy Medium/Moderate menggunakan Power Plant Siklus Biner. Sedangkan sumber dengan kategori moderat hingga kategori rendah dapat dimanfaatkan untuk pemanasan dan pendinginan langsung serta untuk keperluan industry, contohnya perikanan, pertanian, kesehatan, pariwisata dan lain sebagainya.

PEMANFAATAN PANAS BUMI UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK

Pembangkitan tenaga listrik dari sumber panas bumi dapat menggunakan turbin uap konvensional atau power plant dengan sklus biner, tergantung pada karakteristik sumbernya.

A.   Pembangkit Listik Konvensional

Kebutuhan untuk pembangkit listrik konvensional ini antara lain kebutuhan suhu fluida ± 150ºC dan dapat mengunakan kondisi keluaran turbine tipe Atmospheric (Back-pessure) atau Condensing.

Tipe Back-pessuremempunyai bentuk yang sederhana dan lebih murah. Dengan Tipe ini, konsumsi uap (dari tekanan Inlet yang sama) per KWh yang dihasilkan hampir dua kali dari Tipe Condensing, tipe ini bermanfaat sebagai Pilot Plan, Standby plat untuk sumur terisolasi. Pada tipe ini tersedia ukuran kecil 2,5-5 Mwe.

Sedangkan pada tipe Condensing memerlukan peralatan tambahan lebih banyak,  lebih komplek, ukuran lebih besar, memerlukan waktu dua kali lebih lama untuk kontruksi dan pemasangannya dibandingkan dengan tipe Back-Pressure. Kapasitas yang dihasilkan tipe condensing  : 55 – 60 Mwe, dan saat ini yang dibangun berkapasitas 110 Mwe.

B.   Pembangkit Listrik Siklus Biner

Pembangkitan listrik dari fluida panas bumi untuk klasifikasi enthalpy moderat sampai rendah dan untuk air panas yang keluar dari separator pada lapangan panas bumi dominasi air dapat digunakan tehnologi fluida biner.

Power plant siklus biner biasanya dibuat dalam bentuk unit modul kecil, Kapasitas kWe-Mwe, bermanfaat untuk daerah terpencil dan dapat dihubungkan dengan Power Plant untuk menghasilkan kapasitas yang lebih besar.

PEMANFAATAN PANAS BUMI SECARA LANGSUNG (DIRECT USE)

Yang dimaksud pemanfaatan secara langsung adalah pemanfaatan energy panas dari fluida panas bumi dalam klasifikasi suhu rendah sampai moderat tanpa perlu mengubahnya ke bentuk energy lain, seperti listrik.

Pemanfaat langsung panas bumi diklasifikasikan sebagai berikut:

Rumah Tangga dan Komersial

  •  Pemanasan dan Pendinginan ruangan
  •  Kebutuhan Air panas / Dingin
  •  Pemandian, Kolam Renang, Balneology
  •  Refrigerasi
  •  Pencairan Es
  • Pembuangan Limbah

Industri

  •  Proses pada Pengolahan Kertas, Pulp, Kayu
  •  Pengolahan untuk mendapatkan emas, Perak , dll.
  •  Pengolahan Limbah Cair.

Pertanian dan hal terkait.

  • Budi daya ikan
  • Pemanasan Greenhouse
  • Proses untuk Produk Pertanian (pengeringan, fermentasi, pembuangan limbah dan Pengalengan)

PEMANFAATAN PANAS BUMI DI INDONESIA

Potensi Panas Bumi di Indonesia sebagian besar  termasuk dalam kategori enthalpy tinggi, sehingga pemanfaatannya pada umumnya untuk pembangkit  energi listrik.

Data yang dipublikasikan oleh Kementerian ESDM  2011 , kapasitas yang terpasang dan energi listrik oleh PLTP sebesar 1226 MW yang bersumber dari PLTP Kamojang 200 MW, Salak 377 MW, Darajat 270 MW, Wayang Windu 227 MW, Dieng 60 MW, Lahendong 80 MW dan Sibayak 12 MW.

Menurut Badan Geologi, Kementerian ESDM Tahun 2010 menyebutkan bahwa dari 24 are prospek baru dengan Potensi 2763 MW yang ditemukan, 8 diantaranya merupakan Prospek Katagori Enthalpy Medium/Rendah sebesar 475MW yang berada pada Wilayah bagian Timur Indonesia seperti NTB, NTT dan Sulawesi. Salah Satu Mini Pilot Plant yang telah berhasil dibangun adalah PLTP 70 kW di daerah Mataloko, NTT.

Panas Bumi Enthalpy medium/rendah juga digunakan untuk pemanfaatan langsung, contoh Pengeringan Kopra di Lampung, Budidaya Jamur di Lapangan Panas Bumi Kamojang-Jabar. Dan Pemanfaatan Brine yang keluar dari separator.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: