AJI LEMBU SAKILAN

AJI LEMBU SAKILAN

Aji Lembu Sakilan ini sangat tersohor hingga kini, aji ini sangat tepat digunakan sebagai perisai diri dalam sebuah pertempuran. Bila diamalkan dengan baik, maka semua serangan musuh akan meleset sejauh satu kilan (kurang lebih satu kaki), baik itu berupa serangan tangan kosong, senjata tajam bahkan senjata api.

Amalan aji Lembu Sakilan adalah sebagai berikut:

Bismillahirrohmanirrohim,

Ingsun amatek ajiku Lembu Sakilan,

Rasulku lungguh,

Brahim nginep babahan,

Kep karekep barukut kinemulan wesi kuning, wesi mekangkang,

Sacengkang, sakilan, sadempu,

Sakabehing braja tan ana nedasi,

Bedil pepet, mriyem buntet,

Tan tumama saking kersaning Allah,”

Untuk memperoleh aji Lembu Sakilan tersebut, anda dapat mengamalkan lelaku sebagai berikut:

  • Berpuasa 41 hari.
  • Selama dalam puasa harus sabar, jangan memanggil sapi atau menirukan suara sapi, dan tidak diperbolehkan makan daging sapi.
  • Selama dalam puasa, setiap selesai sholat fardhu amalan aji ini dibaca sebanyak 21 kali.
  • Selama dalam puasa, setiap akan mandi membaca mantra aji tersebut sebanyak 21 kali, kemudian setiap kali usai membaca mantra tersebut menghembuskan nafas ke air.
  • Selama dalam puasa, setiap malam melakukan sholat hajat khusus dan meminta kepada Allah SWT untuk diberikan aji Lembu Sakilan, kemudian membaca amalan aji tersebut sebanyak 75 kali.
  • Setelah selesai berpuasa selama 41 hari, setiap hari amalan tersebut harus dibaca tiga kali setiap selesai melaksanakan sholat fardhu.
  • Pantangan aji Lembu Sakilan ini adalah berbuat selingkuh.

Amalkanlah mantra tersebut dengan penuh keyakinan dan dengan niat yang baik, karena jika malan ini dilakukan dengan keraguan dan niat jelek, niscaya tidak akan memperoleh hasil yang diinginkan.

5 Komentar »

  1. aryo said

    kalau gagal latian bisa gila gk tuh? tanks

    • PERNIK magazine said

      Asalkan diamalkan dengan kesungguhan, maka insya Allah akan berhasil..
      Mengenai resiko gila seperti yang saudara maksud, itu kembali kepada masing-masing individu, karena pada dasarnya kejiwaan seseorang berada dalam kendali dirinya sendiri. Kesungguhan seseorang memiliki nilai positif untuk seseorang tersebut mencapai hasil, akan tetapi apabila kesungguhan tersebut tidak dilengkapi dengan tawakal (berserah diri) maka kesungguhan tersebut bisa menjadi boemerang bagi dirinya sendiri. Bukan hanya dalam amalan mantra, dalam kegiatan sehari-haripun (baik itu pekerjaan kantor, kuliah, maupun permasalahan rumah tangga) jika suatu kesungguhan itu tidak disertai dengan tawakal maka akan menimbulkan ketertekanan pikiran (strees) yang beresiko tinggi dapat menyebabkan terjadinya gangguan kejiwaan.
      Amalan yang anda pakai adalah untuk membangkitkan kekuatan diri anda sendiri melalui penanaman sugesti diri yang tinggi.

    • PERNIK magazine said

      Apabila amalan tersebut dilakukan dengan kesungguhan, maka insya Allah akan memperoleh hail yang diharapkan.
      Mengenai resiko gila seperti yang anda maksud, selama kita melakukannya disertai dengan rasa tawakal, maka niscaya itu tidak akan terjadi. Pada dasarnya kejiwaan seseorang tergantung pada kendali diri masing-masing orang itu sendiri, segala kesungguhan harus disertai dengan rasa tawakal (berserah diri). Kesungguhan memiliki nilai positif dalam mencapai suatu hal, namun apabila kesungguhan itu tidak disertai dengan tawakal maka kesungguhan tersebut bisa judstru menjadi boemerang kepada diri orang itu sendiri. Bukan hanya dalam amalan mantra/doa, melainkan dalam kehidupan sehari-hari pun baik itu pekerjaan kantor, kuliah, maupun urusan rumah tangga. Jika kesungguhan tersebut absolut, sementara kondisi mental tidak mampu untuk mengimbanginya, maka bisa terjadi perasaan ketertekanan (streess) yang berlebihan, dan itu beresiko tinggi menimbulkan gangguan fisik maupun mental (gila).
      Amalan yang diberikan dalam situs ini, adalah untuk membangkitkan kekuatan diri anda sendiri sehingga diri/pikiran anda mampu mempengaruhi diri/pikiran orang lain bahkan keadaan alam/lingkungan.

  2. some one said

    mengapa makan daging sapi diharamkan sdgkn dlm al’quran sudah jelas “janganlah engkau mengharamkan sesuatu yang dihalalkan dan jangan pula engkau menghalalkan sesutu yang di haramkan”

    • PERNIK magazine said

      Dalam amalan ini sama sekali tidak ada fatwa pengharaman seperti yang saudara “Some One” maksud. Larangan untuk memakan daging sapi dalam lelaku tersebut diatas hanya bagi mereka yang memang sedang mengerjakan lekaku “Aji Lembu Sekilan”, sebagai penjelasan sederhana yakni larangan tersebut seperti halnya larangan memakan jenis makanan tertentu untuk penderita asam urat, atau penderita penyakit gula. Dalam penjelasan lain seperti pula halnya kenapa ada larangan merokok di tempat ber AC, atau larangan berjualan dipinggiran jalan/trotoar oleh pemerintah daerah setempat padahal tanah tersebut adalah milik Tuhan, sebagaimana halnya langit dan bumi.
      Lalu kenapa pula kita harus mengenakan helm saat berkendara di kawasan tertib lalu lintas?
      Demikian penjelasan yang dapat redaksi berikan,
      hanya Tuhan yang Maha tahu terhadap segala sesuatu, baik dan buruk, benar dan salah.
      Salah dan lupa adalah sifat manusia, Maha benar Tuhan atas segala firmanNya.

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: