Total Quality Management

Total Quality Management

(TQM)

LATAR BELAKANG

Di era sekarang ini perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) semakin canggih dan terus mengglobal sehingga berdampak pada hampir semua kehidupan umat manusia di muka bumi dewasa ini. Semakin berkembangnya IPTEK tersebut manusia dituntut untuk semakin maju pula. Ada yang sekolah ke jenjang yang lebih tinggi sampai ke perguruan tinggi. Sebelum menapaki ke dunia perguruan tinggi, peserta didik pasti mempunyai cara atau kiat khusus untuk menggapai cita-citanya semisal ikut kursus, bimbingan belajar dan lain sebagainya. Setiap lembaga pendidikan khususnya bimbingan belajar pasti memiliki kualitas dan pelayanan sendiri-sendiri sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan, di mana hal itu menjadi ciri khas masing-masing lembaga tersebut.

Peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu prioritas pembangunan di bidang pendidikan nasional dewasa ini dan mendatang (Depdikbud; UU No.2 Tahun 1989).

Prioritas ini didasarkan pada kebijaksanaan sebelumnya yang lebih menekankan kepada perluasan dan kesempatan belajar sehingga mutunya sedikit terabaikan. Selain itu, temtunya tumtutan terhadap mutu pendidikan semakin kuat sejalan dengan perkembangan dan pertumbuhan di setiap sektor kehidupan di masa kini dan mendatang.

Berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan kini sebenarnya telah, sedang dan akan terus dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan. Mulai dari peningkatan kualitas pendidikan pra sekolah, dasar, menengah sampai dengan perguruan timggi. Salah satu upaya yang ewasa ini sedang disosialisasikan dan dianggap tepat adalah melalui Total Quality Management (TQM) atau Manajemen Mutu Terpadu (MMT). Esensi dari TQM adalah suatu filosofi dan menunjuk pada perubahan budaya dalam suatu organisasi (pendidikan), serta dapat menyentuh hati dan pikiran orang menuju mutu yang diidamkan.

Sekolah yang hendak mempertahankan eksitensinya dengan karakter diatas sangat dituntut untuk dapat melakukan transformasi perubahan manajemen yang cukup mendasar. Manajemen yang cukup relevan untuk organisasi dengan karakteristik tersebut adalah Manajemen Mutu Terpadu atau lebih dikenal dengan TQM. Hal ini sangat sesuai dengan jiwa dalam rancangan paradigma penataan sistem pendidikan yang ditujukan agar kinerja pendidikan di Indonesia mengacu pada peningkatan kualitas yang berkelanjutan (Dikti, 1996)

Tuntuntan yang ada menunjuk kepada suatu organisasi yang harus mampu menerapkan sistem manajemen, diarahkan pada peningkatan yang berkelanjutan tren kualitas yang tinggi dan kondisi ekonomi yang makin membaik.

Menurut Peters and Austin (1995) dalam A Passion for Exelence pernah menyatakan bahwa “quality is about passion and pride”. Kualitas adalah perasaan yang sangat besar dan kebanggaan. Kualitas menunjuk pada puncak dari kebanyakan agenda dan meningkatkan kualitas adalah tugas terpenting yang dihadapi berbagai institusi (lembaga pendidikan).

Kualitas dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang memuaskan kebutuhan dan kemauan atau minat pelanggan. Kadang hal ini di sebut sebagai “persepsi kualitas”. Peter (1987) mendiskusikan peranan yang sangat penting dari pelanggan dalam kaitannya dengan kualitas dalam Thriving on Chaos, dan ia berargumentasi bahwa kualitas yang dirasakan oleh suatu produk bisnis atau pelayanan adalah hal yang paling penting yang mempengaruhi performa produk tersebut. Kualitas yang didefinisikan pelanggan lebih penting daripada harga, terutama dalam menentukan permintaan terbesar akan barang dan jasa.

Untuk mencapai hal tersebut di atas maka diperlukan pemahaman konsep TQM dalam pendidikan, dimana TQM atau MMT merupakan suatu filosofi peningkatan kualitas secara berkelanjutan dan dapat dijadikan alat praktis oleh lembaga pendidikan dalam memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan pelanggan sekarang dan masa mendatang dalam bidang pendidikan.

Selain konsep juga diperlukan elemen pendukung untuk mencapai peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan diantaranya: (1) kepemimpinan, (2) pendidikan dan pelatihan, (3) struktur pendukung, (4) komunikasi, (5) penghargaan, dan (6) pengukuran.

Konsep TQM dalam Pendidikan

TQM atau MMT merupakan suatu filosofi peningkatan kualitas secara berkelanjutan dan dapat dijadikan alat praktis oleh lembaga pendidikan dalam memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan pelanggan sekarang dan masa mendatang dalam bidang pendidikan (Sallis, 1993: 34). Artimya, kualitas pendidikan difokuskan pada kepuasan pelanggan (internal dan eksternal). TQM juga merupakan aktivitas untuk melakukan segala sesuatu secara benar pada setiap saat. Hal ini didasarkan pada realita bahwa aktivitas tersebut lebih baik daripada memperbaiki kesalahan. Oleh karena itu, sangatlah tepat apabila tujuan utama TQM dalam pendidikan adalah peningkatan kualitas pendidikan secara terus-menerus.

Konsep TQM dalam pendidikan dapat diimplementasikan atau dilakasanakan dengan menggunakan model yang diadopsi dati Tenner & Detoro (1992: 32).

Berdasarkan model tersebut dapat dijelaskan beberapa hal yang terait di dalamnya diantaranya:

  1. Tujuan TQM, Tujuan utama TQM dalam pendidikan adalah meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan, terus-menerus, dan terpadu. Dimana tujuan TQM ini mengkhususkan pada bimbingan belajar
  2. Prinsip TQM, Pencapaian tujuan di atas dapat terwujud jika menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut:
  • pemfokusan pada pengguna atau pelanggan
  • peningkatan kualitas pada proses
  • melibatkan semua komponen pendidikan (bimbingan belajar)

3.    Elemen Pendukung TQM,

  • Kepemimpinan, Seorang manajer bimbingan belajar harus mampu memimpin anak buahnya untuk mencapai tujuan lembaga tersebut. Ketika TQM digunakan sebagai kunci proses manajemen, peranan manajer adalah sebagai penasehat, pembimbing dan pemimpin tidak boleh terabaikan. Artinya, ia harus memahami tujuan, prinsip, dan elemen-elemen pendukung TQM dan mampu memanaj secara terus-menerus untuk mencapai kualitas pendidikan yang di harapkan.Pendidikan dan Pelatihan
  • Pendidikan dan Pelatihan, Elemen pendidikan dan pelatihan bagi semua sumber daya manusia yang ada seharusnya dapat menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh mereka sesuai dengan peningkatan kualitas pendidikan di Bimbingan Belajar. Misalnya, keterampilan pegawai (tentor/tutor atau staff pengajar) dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas dan pemecahan masalah di lingkungan bimbingan belajar. Hal utama untuk mendukung pendidikan dan pelatiha ini antara lain: program, materi dan sumber daya yang memadai.
  • Struktur Pendukung, Struktur pendukung bisa berasal dari internal dan eksternal bimbingan belajar. Dukungan yang cukup/baik dapat membantu jaringan kerja dengan manajer kulaitas lain pada bagian lain di lembaga bimbingan belajar.
  • Komunikasi, Komunikasi menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam mengimplementasikan program kualitas. Semua pegawai harus menerima informasi kualitas yang jelas agar mereka sungguh-sungguh melaksanakan program peningkatan kualitas. Secara ideal, pimpinan harus bertemu secara personal dengan pegawai untuk mendesiminasikan informasi, memberikan arahan, dan merespon pertanyaan dari setiap orang. Pengalaman sukses dari seseoran dalam mengimplementasikan alat dan teknik TQM dapat meningkatkan kepuasan pelanggan pada semua bidang komunikasi kualitas.
  • Penghargaan, Penghargaan perlu diberikan kepada tim maupun individu yang sukses dalam mengaplikasikan proses peningkatan kualitas. Hal ini dapat memacu mereka untuk lebih terdorong lagi mencapai kesuksesan, dan ini sangat berarti bagi organisasi atau lembaga bimbingan belajar. Kegagalan lembaga memberikan penghargaan kepada mereka yang sukses dapat mengancam kesuksesan lembaga dalam meningkatkan kualitas lembaga secara total.
  • Pengukuran, Keberhasilan program perlu diukur. Ukuran yang digunakan tidak lain adalah kepuasan pelanggan di luar lembaga. Data-datanya perlu dikumpulkan secara sistematis. Data yang terkumpul perlu diolah untuk melihat kepuasan mereka sekaligus untuk menemukan berbagai persoalan yang timbul sekaligus sebagai dasar untuk perbaikan terus-menerus melalui program TQM.

Pendidikan dan Pelanggannya

Pelanggan adalah mereka-mereka yang membayar untuk pendidikan. Pelanggan dapat dibedakan menjadi pelanggan primer (mereka yang langsung menerima jasa pendidikan) dan pelanggan sekunder (mereka yang mendukung/menunjang pendidikan)

Cara-cara untuk menarik pelanggan antara lain:

  1. menyebar pamflet atau brosur untuk menarik konsumen/pelanggan

  2. memberikan pelayanan yang memadai

  3. menciptakan suasana kekeluargaan dalam bimbingan belajar

DAFTAR PUSTAKA

Supriyanto, Achmad. 1999. Total Quality Management (TQM) di Bidang Pendidikan. Malang: FIP IKIP Malang

Tjiptono, Fandy & Diana, Anastasia. 2001. Total Quality Management. Yogyakarta:

1 Komentar »

  1. pertama saya mu ucapin trimakasih banyak atas bantuan tulisan yang lengkap dengan jurnalnya
    walaupun sebetulnya saya g baca bukunya
    tapi saya cukup terbantu dengan adanya tulisan ini.
    saya di bantu u/ mengerjakan tugas manajemen mutu saya di UNJ.
    itu aja mungkin salam kenal u/ semua tim di pernik magazine,
    ;p

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: