PERSEPSI

PERSEPSI

Persepsi adalah proses psikologi sebagai hasil penginderaan pancaindera terhadap lingkungan sehingga membentuk proses berfikir yang sadar. Persepsi juga merupakan proses yang kompleks, karena banyak intervensi yang turut didalamnya

(Mar’at, 1987: 30).

Persepsi adalah “Persepsi adalah obyek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan penafsiran pesan.”

Hal tersebut dicontohkannya ketika kita melihat huruf, merangkainya dalam kalimat dan menangkap makna dari yang kita abcd, maka jadilah persepsi (Rahmat, 1988:64)

Cross (dalam Wiratmini: 1999:12) mengidentifikasi sikap, kepercayaan, kebosanan, kejenuhan, menahan diri, ketakutan dan imajinasi sebagai hal yang mengintervensi persepsi atau setidaknya yang mempengaruhinya dalam kehidupan manusia, persepsi mempunyai peranan penting guna terbentuknya pengertian suatu subyek benda atau peristiwa-peristiwa. Persepsi merupakan aktivitas psikis yang merupakan hasil penginderaan, kesabaran dan penghayatan, ia merupakan proses berfikir .

Sedangkan menurut Mansoer (1989:126) mendefinisikan persepsi sebagai suatu proses pengorganisasiandan penerjemahan kesan-kesan sesnsori seseorang dalam rangka memberikan makna tentang lingkungannya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989) mengartikan persepsi sebagai tanggapan (penerimaan) langsung dari suatu serapan/proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui panca inderanya.

Berdasarkan beberapa definisi yang telah di jelaskan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa persepsi merupakan proses psikologi yang berupa tanggapan (penerimaan) individu yang terungkap dalam dirinya sebagai suatu interpretasi dalam memahami informasi tentang suatu obyek melalui panca inderanya. Bagaimana seseorang melakukan persepsi, atau bagaimana stimulus-stimulus yang berasal dari lingkungan dipersepsi sangatlah tergantung kepada faktor-faktor pribadi, yaitu faktor-faktor yang berada dalam diri orang yang mempersepsi, bisa menjadi penyebab berbedanya persepsi seseorang terhadap suatu yang dipersepsi, bahkan yang mereka dalam dirinya terdapat faktor-faktor yang samapun, dapat saja berbeda ketika bermaksud mempersepsi stimulus yang sama.

Sedangkan menurut Rahmat (1988:58) “faktor yang mempengaruhi persepsi antara lain harapan pengalaman masa lalu, dan keadaan psikologis yang mana menciptakan kumpulan perseptual.”

Selanjutnya Rahmat (1988: 58) menyatakan:

  1. Yang paling berpengaruh terhadap persepsi adalah perhatian, karena perhatian adalah proses mental ketika stimulus atau rangkaian stimulus menjadi menonjol dalam kesadaran, pada saat stimulus lainya melemah. Dalam stimulus mempunyai sifat-sifat yang menonjol, antara lain intensitas dan pengulangan.” Diri orang yang membentuk persepsi itu sendiri. Apabila seseorang melihat sesuatu dan berusaha memberikan interpretasi tentang apa yang dilihatnya itu, ia dipengaruhi oleh karateristik individual yang turut berpengaruh seperti sikap kepentingan, minat, kebutuhan , pengalaman, harapan dan kepribadian.

  2. Stimulus yang berupa obyek maupun peristiwa tertentu

Stimulus yang dimaksud mungkin berupa orang, benda atau peristiwa. Sifat-sifat sasaran itu biasanya berpengaruh terhadap persepsi orang yang melihatnya.

  1. Faktor situasi dimana pembentukan persepsi itu terjadi baik tempat, waktu, suasana dan lain-lain.

Dari pendapat beberpa ahli di atas maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa persepsi harus dilihat secara konsektual, yang berarti dalam situasi mana persepsi itu timbul, perlu pula mendapat perhatian . situasi merupakan faktor yang turut berperan dalam pertumbuhan persepsi seseorang. Perbedaan persepsi tersebut disebabkan karena stimulus-stimulus yang dihadapi seseorang dalam waktu yang sama menurut pada orang yang bersangkutan untuk melakukan kegiatan seleksi, seseorang tidak mungkin menangkap berbagai stimulus itu sekaligus dalam waktu yang sama (Mulyadi, 1989:245). Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa dalam persepsi terdapat proses menilai terhadap obyek atau peristiwa yang menjadi perhatian seseorang. Seseorang yang mempunyai persepsi tinggi terhadap sesuatu, maka akibat dari persepsi tersebut akan diwujudkan dalam penilaiannya terhadap kegiatan yang mereka persepsikan. Penilain ini bisa positif atau negatif, perasaan senang atau tidak senang.

1 Komentar »

  1. prudential sebagai mitra anda said

    PRUDENTIAL: “ SEBAGAI MITRA SUKSES MASA DEPAN ANDA” , PERUSAHAAN ASURANSI JIWA TERBAIK DI INDONEISA “
    Hanya dengan 300 Ribuan per bulan anda sudah mendapatkan perlidungan Asuransi Prudential plus investasi.
    bagaimana jika Anda mengalami kecelakaan atau meninggal atau Cacat tetap ?
    bagaimana jika tiba-tiba perusahaan tempat Anda bekerja bangkrut atau anda di PHK?
    berapa lama Anda bisa bertahan dengan tabungan Anda ?
    jangan mulai menggali sumur ketika Anda sudah merasa haus
    Prudential akan memberikan kepastian ekonomis masa depan Anda dengan melanjutkan tabungan Anda seperti saat Anda masih mampu menabung.
    penghasilan anda sangat berarti bagi kehidupan anda dan keluarga anda di masa depan
    Jangan mengorbankan kelangsungan hidup anak-anak, istri dan keluarga yang selama ini bergantung pada anda !
    Kekayaan bukan diukur dari berapa besar penghasilan kita namun dari berapa besar yang kita bisa tabung.
    Segera sisihkan DANA anda untuk menabung di perusahaan Asuransi PRUDENTIAL untuk mempersiapkan masa depan anda,untuk informasi tabungan Prudential,bisa hubungi:
    EMAIL : prudential_customer@yahoo.com
    Contact : 021.71136838

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: