<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>PERNIK magazine</title>
	<atom:link href="http://pernikmagazine.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pernikmagazine.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jan 2012 17:39:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pernikmagazine.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>PERNIK magazine</title>
		<link>http://pernikmagazine.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pernikmagazine.wordpress.com/osd.xml" title="PERNIK magazine" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pernikmagazine.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Konsep Dasar Layanan Khusus di Lembaga Pendidikan</title>
		<link>http://pernikmagazine.wordpress.com/2012/01/30/konsep-dasar-layanan-khusus-di-lembaga-pendidikan/</link>
		<comments>http://pernikmagazine.wordpress.com/2012/01/30/konsep-dasar-layanan-khusus-di-lembaga-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 17:39:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PERNIK magazine</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsep Dasar Layanan Khusus di Lembaga Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pernikmagazine.wordpress.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Konsep Dasar Layanan Khusus di Lembaga Pendidikan Menurut Mustiningsih (2005) lembaga pendidikan bisa berbentuk sekolah ataupun kantor pendidikan. Lembaga pendidikan berbentuk sekolah berjenjang mulai dari pendidikan dasar, menengah pertama, menengah atas, sampai dengan pendidikan tinggi. Sesuai dengan tujuan suatu lembaga pendidikan, seluruh lembaga pendidikan ingin mencapai hasil yang optimal. Maka dari itu, di lembaga pendidikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pernikmagazine.wordpress.com&amp;blog=4135072&amp;post=103&amp;subd=pernikmagazine&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Konsep Dasar Layanan Khusus di Lembaga Pendidikan</strong></p>
<p>Menurut Mustiningsih (2005) lembaga pendidikan bisa berbentuk sekolah ataupun kantor pendidikan. Lembaga pendidikan berbentuk sekolah berjenjang mulai dari pendidikan dasar, menengah pertama, menengah atas, sampai dengan pendidikan tinggi. Sesuai dengan tujuan suatu lembaga pendidikan, seluruh lembaga pendidikan ingin mencapai hasil yang optimal. Maka dari itu, di lembaga pendidikan perlu diselenggarakan layanan khusus guna pencapaian tujuan lembaga secara optimal.</p>
<p>Dalam suatu lembaga pendidikan berbentuk sekolah untuk mencapai tujuan yang diharapkan, menurut Mustiningsih (2005) perlu diselenggarakan berbagai bidang pengelolaan, yakni manajemen pengajaran, manajemen kesiswaan, manajemen sarana dan prasarana, manajemen keuangan, manajemen kepegawaian, manajemen hubungan masyarakat, serta manajemen ketatausahaan. Di samping bidang garapan manajemen yang diutarakan di atas, diselenggarakan pula manajemen pelayanan khusus yang bersifat memberikan pelayanan terhadap beberapa bidang khusus kepada seluruh warga sekolah, baik itu guru, tenaga tata usaha, maupun siswa. Hal tersebut dimaksudkan dengan tujuan supaya mereka dapat menjalankan tugas maupun hasil belajar di sekolah secara optimal.</p>
<p>Menurut Wiyono (1999) ruang lingkup layanan khusus terdiri atas layanan bimbingan dan konseling, perpustakaan, laboratorium, asrama, usaha ksehatan sekolah, transportasi, dan kafetaria sekolah. Sedangkan menurut Imron (1994) selain layanan khusus yang dikemukakan oleh Wiyono masih terdapat layanan lain, yakni OSIS dan koperasi sekolah.</p>
<p>Yang terjadi di lapangan, kelengkapan layanan khusus yang disediakan oleh sekolah beraneka ragam. Hal ini tergantung dari berbagai hal berkenaan dengan lembaga pendidikan itu sendiri, baik itu besar kecilnya suatu lembaga pendidikan, kelengkapan sarana dan prasarana yang ada, personalia yang terdapat di dalamnya, anggaran dana yang tersedia, maupun lingkungan masyarakat di sekitar lembaga pendidikan tersebut. Biasanya, semakin maju suatu lembaga pendidikan, maka akan semakin banyak pula layanan khusus yang disediakan oleh lembaga pendidikan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pernikmagazine.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pernikmagazine.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pernikmagazine.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pernikmagazine.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pernikmagazine.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pernikmagazine.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pernikmagazine.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pernikmagazine.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pernikmagazine.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pernikmagazine.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pernikmagazine.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pernikmagazine.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pernikmagazine.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pernikmagazine.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pernikmagazine.wordpress.com&amp;blog=4135072&amp;post=103&amp;subd=pernikmagazine&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pernikmagazine.wordpress.com/2012/01/30/konsep-dasar-layanan-khusus-di-lembaga-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f82a6c17e4dc8e6adaaf4e3d7d6070a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">PERNIK magazine</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RITME TUBUH DAN KONDISI MENTAL</title>
		<link>http://pernikmagazine.wordpress.com/2012/01/30/ritme-tubuh-dan-kondisi-mental/</link>
		<comments>http://pernikmagazine.wordpress.com/2012/01/30/ritme-tubuh-dan-kondisi-mental/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 17:33:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PERNIK magazine</dc:creator>
				<category><![CDATA[PSIKOLOGI]]></category>
		<category><![CDATA[RITME TUBUH DAN KONDISI MENTAL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pernikmagazine.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[RITME TUBUH DAN KONDISI MENTAL Ritme Biologis: Pasang Surut Pengalaman Tubuh manusia berubah secara terus menerus sepanjang waktu. Manusia mengalami banyak periode dalam setiap rentang waktu, naik turunnya fungsi fisiologis yang terjadi secara teratur disebut sebagai ritme biologis (biological rhythm). Jam biologis dalam otak mengatur peningkatan dan penyusutan hormone, volume urine, tekanan darah, dan terkadang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pernikmagazine.wordpress.com&amp;blog=4135072&amp;post=100&amp;subd=pernikmagazine&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RITME TUBUH DAN KONDISI MENTAL</p>
<p>Ritme Biologis: Pasang Surut Pengalaman</strong><br />
Tubuh manusia berubah secara terus menerus sepanjang waktu. Manusia mengalami banyak periode dalam setiap rentang waktu, naik turunnya fungsi fisiologis yang terjadi secara teratur disebut sebagai ritme biologis (biological rhythm). Jam biologis dalam otak mengatur peningkatan dan penyusutan hormone, volume urine, tekanan darah, dan terkadang kecepatan otak dalam merespon sebuah stimulus.<br />
Ritme bilogis tersebut dipengaruhi dengan kejadian di lingkungan, seperti halnya perubahan waktu, suhu, dan cahaya matahari, atau sebuah proses yang biasa disebut sebagai entrainment. Namun terdapat juga dari ritme ini terjadi tanpa adanya faktor-faktor waktu yang sifatnya eksternal, ritme seperti ini bersifat endogen (endogenous), atau dihasilkan dari dalam tubuh.<br />
Terdapat banyak ritme biologis, yang disebut sebagai ritme sirkadian (cirkadian rhythm) yang terjadi setiap 24 jam. Salah satu ritme sirkadian yang paling banyak diketahui adalah siklus terjaga-tidur (sleep-wake cycle), kemudian contoh lain adalah suhu tubuh akan berfluktuasi sebanyak satu derajat celcius, mencapai puncak, rata-rata, pada sore hari, dan mencapai puncak terendahnya pada pagi hari.<br />
<strong>Suasana Hati dan Ritme Jangka Panjang</strong><br />
Beberapa orang menunjukkan terjadinya depresi berulang pada saat musim tertentu, itulah sebabnya masyarakat beranggapan bahwa suasana hati mengikuti ritme biologis jangka panjang. Pola seperti ini disebut sebagai seasonal affective disorder (SAD), namun kasus seperti ini sebenarnya jarang ditemukan. Penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun diduga karena ketidaknormalan sekresi melatonin. Bentuk ritme jangka panjang lainnya adalah siklus menstruasi wanita, dimana di dalam tubuh terjadi berbagai kadar hormone meningkat atau menurun.<br />
Secara umum, gender tidak menyebabkan terjadinya perbedaan dalam gejala emosional. Harapan dan proses belajar mempengaruhi bagaimana kedua jenis kelamin memaknai perubahan fisik maupun emosional. Beberapa orang dari kedua jenis kelamin mungkin mengalami perubahan suasana hati dan kepribadian karena hormone.<br />
<strong>Ritme tidur</strong><br />
Pada proses tidur, periode tidur rapid eye movement (REM) muncul secara silih berganti dengan tidur non-REM dalam ritme sekitar 90 menit. Dalam tidur non-REM terdapat empat tahap berdasarkan pada gelombang otak yang muncul. Pada tahap pertama, gelombang otak menjadi kecil dan tidak beraturan. Tahap kedua, otak terkadang menghasilkan rentetan singkat gelombang yang cepat dan memiliki puncak gelombang yang tinggi, peristiwa ini disebut sebagai sleep spindle. Tahap ketiga, otak terkadang menghasilkan gelombang delta yang sangat lambat dengan puncak yang cukup tinggi, pernafasan dan detak jantung melambat, otot-otot akan melemas (rileks). Sedangkan pada tahap empat, gelombang delta mengambil alih sebagian besar aktivitas, dan membawa pada kondisi tidur dalam.<br />
Pada tidur REM, otak sangat aktif, dan ada tanda munculnya rangsangan lainnya, tapi kebanyakan otot pada tubuh menjadi tidak mampu digerakkan, mimpi yang terlihat begitu jelas biasanya terjadi pada tidur REM ini. Dalam beberapa kasus, seseorang pernah mengalami mimpi saat terbangun yaitu situasi dimana orang terjaga dari tidur REM sebelum fase kelumpuhan benar-benar hilang, pada saat ini mereka menganggap mimpi itu benar-benar nyata.<br />
Tidur juga dimungkinkan merupakan kebutuhan untuk konsolidasi ingatan. Peningkatan ingatan karena tidur telah diasosiasikan paling dekat dengan tidur REM dan gelombang tidur yang perlahan, maupun dengan ingatan akan ketrampilan tertentu yang spesifik. Tidur juga meningkatkan diperolehnya pemahaman mendalam dan kemampuan memecahkan masalah.<br />
<strong>Menelusuri Dunia Mimpi<br />
<em>Mimpi sebagai Keinginan-keinginan yang Tidak Disadari</em></strong><br />
Menurut teori psikoanalisis mengenai mimpi, mimpi memungkinkan seseorang memenuhi keinginan dan hasrat yang terlarang atau tidak realistis yang dipaksakan masuk ke dalam bagian ketidaksadaran di dalam pikiran. Menurut Sigmund Freud, mimpi dapat mengekspresikan semua hasrat dan keinginan terpendam, yang sering kali merupakan sesuatu yang terkait dengan seksualitas dan kekerasan.<br />
Dalam mimpi segala pikiran dan objek tampil dalam bentuk simbolis. Freud berpendapat, untuk memahami mimpi maka harus bias membedakan antara isi manifest, yaitu aspek-aspek yang dialami secara sadarselama waktu tidur yang mungkin dapat diingat ketika terbangun, dari isi laten, yaitu harapan dan pikiran-pikiran yang tidak disadari dan diekspresikan dalam bentuk simbolis.<br />
<strong><em>Mimpi sebagai Usaha Mengatasi Masalah</em></strong><br />
Dalam pendekatan berfokus pada masalah terhadap mimpi berpendapat bahwa mimpi menyatakan tema utama yang menjadi kepedulian. Mimpi bahkan dapat membantu mengatasi masalah dan menghadapi isu emosional terutama pada saat krisis.<br />
<em><strong>Mimpi sebagai Proses Berpikir</strong></em><br />
Dalam pendekatan kognitif dari mimpi, mimpi secara sederhana merupakan modifikasi dari aktivitas kognitif yang terjadi saat terbangun. Dalam mimpi, dibangun simulasi yang masuk akal dari dunia nyata menggunakan jenis ingatan, pengetahuan, metafora, dan anggapan-anggapan mengenai dunia yang sama seperti ketika tidak tertidur. Menurut pandangan ini, otak melakukan aktivitas atau kerja sejenis dengan yang dilakukan saat terjaga. Itulah yang menyebabkan bahwa beberapa bagian dari korteks serebral yang terlibat dalam proses persepsi dan kognisi sangat aktif pada saat bermimpi.<br />
<em><strong>Mimpi sebagai Interpretasi dari Aktivitas Otak</strong></em><br />
Dalam teori aktivasi-sintesis (activation-synthesis theory) yang didasarkan pada penelitian fisiologis, mimpi merupakan hasil dari neuron-neuron bagian bawah otak (pons) yang bekerja secara spontan selama tidur REM. Saraf-saraf ini mengatur gerakan mata, wajah, keseimbangan, dan juga psotur tubuh, dan mereka mengirimkan pesan kepada bagian sensorik maupun motorik yang bertanggung jawab atas pemrosesan visual dan perilaku yang disengaja selama terjaga.<br />
<strong>Misteri Hipnosis</strong><br />
Hipnosis adalah sebuah prosedur dimana sorang praktisi mensugestikan perubahan sensasi, persepsi, pikiran, perasaan, atau perilaku subjek, dan subjek tersebut mencoba mengikuti sugesti tersebut. Hipnosis terkadang dapat meningkatkan ingatan tentang fakta mengenai kejadian nyata, akan tetapi juga menghasilkan kebingungan antara fakta dengan khayalan yang tampak secara nyata.<br />
<strong>Teori Mengenai Hipnosis<br />
<em>Teori Disosiasi</em></strong><br />
Dalam pendekatan ini, dinyatakan bahwa hipnosis seperti mimpi yang jelas dan bahkan distraksi sederhana, melibatkan disosiasi (dissociation), yaitu terpisahnya kesadaran di mana satu bagian pikiran bekerja sendiri dan terlepas dari kesadaran yang lainnya. Kesadaran terpisah antara bagian yang sedang dihipnotis dengan bagian sebagai pengamat tersembunyi yang tidak terlibat dalam hipnotis. Bagian yang menjadi pengamat tersembunyi ini memantau tapi tidak terlibat dalam proses hipnosis. Kecuali diberikan intruksi khusus, orang yang terhipnotis tidak akan menyadari keberadaan pengamat ini,<br />
<em><strong>Pendekatan Sosiokognitif</strong></em><br />
Dalam pendekatan ini, dinyatakan bahwa efek hypnosis merupakan hasil interaksi antara pengaruh sosial yang dimiliki penghipnotis dan kemampuan, kepercayaan, serta harapan subyek. Orang yang terhipnotis pada dasarnya memainkan sebuah peran, peran yang mirip dengan kehidupan sehari-hari. Bahkan bagian pengamat tersembunyi merupakan reaksi dari tuntutan social dari situasi dan sugesti dari penghipnotis.<br />
<strong>Obat-obatan Pengubah Kesadaran</strong><br />
Obat psikoaktif (psychoactive drug) adalah senyawa yang dapat mengubah persepsi suasana hati, pikiran, ingatan, atau perilaku, dengan cara mengubah zat-zat biokimia dalam tubuh. Obat-obatan psikoaktif mengubah kognisi dan emosi dengan mempengaruhi neurotransmitter dalam otak. Kebanyakan obat psikoaktif digolongkan ke dalam stimulant, depresan, opiate, atau psychedelic, tergantung dari efeknya pada system saraf pusat dan pengaruhnya terhadap perilku dan suasana hati.<br />
Obat psikoaktif ketika digunakan secara sering dan berdosis besar dapat merusak saraf-saraf di otak dan merusak kemampuan belajar atau ingatan. Penggunaan obat-obat ini dapat menyebabkan terbentuknya toleransi, di mana terus diperlukan peningkatan dosis untuk mendapatkan efek yang sama, dan munculnya gejala withdrawal apabila mencoba untuk berhenti.<br />
Reksi terhadap obat-obatan psikoaktif dipengaruhi tidak hanya oleh senyawa kimia yang terkandung namun juga oleh keadaan fisik dan mental pengguna. Pengalaman sebelumnya dengan obat tersebut, latar belakang lingkungan, kondisi mental, dan budaya pengguna serta motivasi penggunaannya juga memiliki pengaruh yang besar.<br />
<strong>Daftar Rujukan </strong><br />
Wade, C. &amp; Tavris, C. 2007. Psikologi: Jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pernikmagazine.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pernikmagazine.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pernikmagazine.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pernikmagazine.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pernikmagazine.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pernikmagazine.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pernikmagazine.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pernikmagazine.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pernikmagazine.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pernikmagazine.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pernikmagazine.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pernikmagazine.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pernikmagazine.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pernikmagazine.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pernikmagazine.wordpress.com&amp;blog=4135072&amp;post=100&amp;subd=pernikmagazine&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pernikmagazine.wordpress.com/2012/01/30/ritme-tubuh-dan-kondisi-mental/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f82a6c17e4dc8e6adaaf4e3d7d6070a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">PERNIK magazine</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>OTAK: SUMBER PIKIRAN DAN KEPRIBADIAN</title>
		<link>http://pernikmagazine.wordpress.com/2012/01/30/otak-sumber-pikiran-dan-kepribadian/</link>
		<comments>http://pernikmagazine.wordpress.com/2012/01/30/otak-sumber-pikiran-dan-kepribadian/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 17:30:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PERNIK magazine</dc:creator>
				<category><![CDATA[OTAK: SUMBER PIKIRAN DAN KEPRIBADIAN]]></category>
		<category><![CDATA[PSIKOLOGI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pernikmagazine.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[OTAK: SUMBER PIKIRAN DAN KEPRIBADIAN Pengenalan Otak Otak (encephalon) merupakan pusat sistem saraf (central nervous system) pada vertebrata dan banyak invertebrata lainnya. Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak merupakan dasar dari kesadaran, persepsi, kesadaran dan emosi. Otak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pernikmagazine.wordpress.com&amp;blog=4135072&amp;post=97&amp;subd=pernikmagazine&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>OTAK: SUMBER PIKIRAN DAN KEPRIBADIAN</p>
<p>Pengenalan Otak </strong><br />
Otak (encephalon) merupakan pusat sistem saraf (central nervous system) pada vertebrata dan banyak invertebrata lainnya. Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak merupakan dasar dari kesadaran, persepsi, kesadaran dan emosi. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi. ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya.<br />
<strong>Sistem Saraf: Sebuah Cetak Biru Dasar</strong><br />
Sistem saraf adalah sistem organ pada hewan yang terdiri atas sel neuron yang mengkoordinasikan aktivitas otot, memonitor organ, membentuk atau menghentikan masukan dari indra, dan mengaktifkan aksi. Komponen utama dalam sistem saraf adalah neuron yang diikat oleh sel-sel neuroglia, neuron memainkan peranan penting dalam koordinasi. Sistem saraf pada vertebrata secara umum dibagi menjadi dua, yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.<br />
<em><strong>Sistem Saraf Pusat</strong></em><br />
Sistem saraf pusat (central nervous system/CNS) berfungsi untuk menerima, memproses, menginterpretasikan, dan menyimpan informasi sensoris yang datang, seperti informasi mengenai rasa, suara, bau, warna, tekanan pada kulit, dan lain-lain. Sistem saraf pusat juga mengirimkan pesan untuk otot, kelenjar, dan organ internal.<br />
Sistem saraf pusat ini meliputi otak (ensephalon) dan sumsum tulang belakang (medulla spinalis). Keduanya merupakan organ yang sangat lunak, dengan fungsi yang sangat penting maka perlu perlindungan. Selain tengkorak dan ruas-ruas tulang belakang, otak juga dilindungi 3 lapisan selaput meninges. Bila membran ini terkena infeksi maka akan terjadi radang yang disebut meningitis.<br />
<em><strong>Sistem Saraf Perifer</strong></em><br />
Sistem saraf perifer (peripheral nervous system/PNS) berfungsi menangani pesan informasi yang masuk dan keluar dari sistem saraf pusat. Sistem saraf perifer meliputi semua bagian dari sistem saraf yang terletak di luar otak dan saraf tulang belakang, sampai dengan saraf di ujung jari tangan dan jari kaki.<br />
Sistem saraf perifer terdiri dari sistem saraf somatic, yang berperan dalam sensasi dan gerakan-gerakan volunter; serta sistem saraf otomik yang berperan dalam mengatur berbagai pembuluh darah, kelenjar, dan organ-organ internal. Biasanya sistem saraf otomik berfungsi tanpa adanya kontrol yang disadari. Sistem saraf otomik dibagi menjadi sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik.<br />
<strong>Komunikasi dalam Sistem Saraf</strong><br />
<em><strong>Struktur Neuron</strong></em><br />
Unit dasar dari sistem saraf disebut neuron. Setiap neuron terdiri dari satu badan sel yang di dalamnya terdapat sitoplasma dan inti sel. Dari badan sel keluar dua macam serabut saraf, yaitu dendrit dan akson. Dendrit berfungsi mengirimkan impuls ke badan sel saraf, sedangkan akson berfungsi mengirimkan impuls dari badan sel ke jaringan lain. Akson biasanya sangat panjang. Sebaliknya, dendrit pendek. Setiap neuron hanya mempunyai satu akson dan minimal satu dendrit.<br />
Kedua serabut saraf ini berisi plasma sel. Pada bagian luar akson terdapat lapisan lemak disebut mielin yang merupakan kumpulan sel Schwann yang menempel pada akson. Sel Schwann adalah sel glia yang membentuk selubung lemak di seluruh serabut saraf mielin. Membran plasma sel Schwann disebut neurilemma. Fungsi mielin adalah melindungi akson dan memberi nutrisi. Bagian dari akson yang tidak terbungkus mielin disebut nodus Ranvier, yang berfungsi mempercepat penghantaran impuls.<br />
Komunikasi antara dua neuron berlangsung di sinapsis. Terdapat banyak sinapsis yang belum terbentuk ketika kita lahir. Selama berkembang, kematangan fisik dan pengalaman lingkungan dapat berperan dalam pertumbuhan akson-akson dan dendrit-dendrit. Dalam kehidupannya, pengetahuan baru akan membentuk koneksi-koneksi sinapsis yang baru di otak. Maka dapat disimpulkan bahwa jaringan otak tidak bersifat tetap, namun selalu berubah sebagai responnya terhadap berbagai informasi, tantangan, dan perubahan di lingkungan, fenomena ini disebut sebagai plastisitas.<br />
Ketika impuls saraf mencapai terminal akson, impuls saraf itu harus memperoleh pesan ketika melintasi celah sinapsis ke sel yang lain. Pada titik ini, gelembung sinapsis terbuka dan melepaskan beberapa ribu molekul dari sebuah bahan kimia yang disebut neurotransmitter.<br />
<em><strong>Pesan Kimiawi di dalam Sistem Saraf</strong></em><br />
• Neurotransmiter<br />
Neurotransmiter merupakan pengirim pesan yang berguna. Neurotransmiter memungkinkan satu neuron untuk dapat membangkitkan atau menghambat kerja neuron lainnya. Neurotransmiter tidak hanya terdapat di otak, melainkan juga terdapat di saraf tulang belakang, saraf perifer, dan beberapa kelenjar. Melalui efek yang ditimbulkan pada jaringan saraf tertentu, zat ini dapat mempengaruhi suasana hati, ingatan, dan kesejahteraan. Sifat dasar dari efek yang akibatkan tergantung pada tingkat neurotransmiter, lokasinya, dan jenis reseptor yang diikatnya.<br />
• Endorphin: Narkotika Alamiah Otak<br />
Endorphin merupakan narkotika alamiah otak. Endorphin (Endogenous Opioid Peptides) memiliki efek yang serupa dengan narkotika alami, yaitu mengurangi rasa sakit dan meningkatkan rasa gembira. Endorphin memainkan peran dalam meningkatkan nafsu makan, aktifitas seksual, tekanan darah, suasana hati, belajar, dan ingatan. Beberapa endorphin berfungsi sebagai neurotransmitter, namun kebanyakan berfungsi mengubah efek neurotransmitter misalkan dengan mempersingkat atau memperpanjang efek-efeknya.<br />
• Hormone: Pembawa Pesan Jarak Jauh<br />
Hormone merupakan pembawa pesan jarak jauh. Hormone adalah kelompok ketiga dari pembawa pesan kimiawi, terutama dihasilkan oleh kelenjar endokrin (endocrine glands). Hormone dilepaskan secara langsung ke dalam aliran darah, selanjutnya dibawa ke berbagai sel dan organ yang mungkin letaknya jauh dari asal hormone. Hormone memiliki berbagai macam tugas, mulai dari meningkatkan pertumbuhan tubuh hingga membantu alat pencernaan dan mengatur metabolisme.<br />
<strong>Pemetaan Otak</strong><br />
Pemindaian otak dapat mengungkapkan bagian-bagian otak yang aktif selama seseorang mengerjakan berbagai tugas yang berbeda. Namun demikian, pemindaian otak tidak dapat mengungkapkan secara tepat mengenai apa yang sedang berlangsung, baik secara fisik maupun mental, selama mengerjakan tugas-tugas.<br />
<strong>Menjelajahi Otak</strong><br />
Banyak teori modern mengenai otak mengasumsikan bahwa setiap bagian otak memiliki tugas yang berbeda, meskipun saling tumpang tindih. Asal-usul dari konsep yang dikenal sebagai lokalisasi fungsi (localization of fungtion) ini dapat ditelusuri sampai jaman Joseph Gall (1758-1828), seorang ahli anatomi Austria yang berpendapat bahwa sifat-sifat kepribadian tercermin dalam perkembangan area spesifik dari otak. Meskipun banyak yang menyebut teori phrenology dari Gall tersebut salah, namun dia tetap berjasa berkat idenya mengenai spesialisasi bagian otak.<br />
<em><strong>Batang Otak</strong></em><br />
Batang otak (brain stem) merupakan bagian dari otak yang terletak di atas saraf tulang belakang. Batang otak ini terdiri dari medulla dan pons. Pons terlibat diantaranya dalam kegiatan tidur, terjaga, dan bermimpi. Sedangkan medulla (medulla) bertanggung jawab untuk fungsi tubuh yang tidak dikehendaki secara sadar, seperti bernafas dan detak jantung.<br />
Pada batang otak juga terdapat sistem pengaktifan reticulum (reticular activing system). Sistem pengaktifan reticulum merupakan jaringan tebal dari neuron-neuron yang ditemukan di bagian tengah batang otak, system ini merangsang korteks dan menyaring.<br />
<em><strong>Serebelum</strong></em><br />
Otak kecil (cerebellum) merupakan bagian terbesar otak belakang. Otak kecil ini terletak di bawa lobus oksipital serebrum. Otak kecil terdiri atas dua belahan dan permukaanya berlekuk-lekuk. Fungsi otak kecil adalah untuk mengatur sikap atau posisi tubuh, keseimbangan, dan koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar. Jika terjadi cedera pada otak kecil, dapat mengakibatkan gangguan pada sikap dan koordinasi gerak otot. Gerakan menjadi tidak terkoordinasi, misalnya orang tersebut tidak mampu memasukkan makanan ke dalam mulutnya.<br />
<em><strong>Talamus</strong></em><br />
Berada di bagian dalam interior otak. Talamus akan mengarahkan pesan-pesan sensorik yang masuk ke dalam otak, ke area yang lebih tinggi.<br />
<em><strong>Hipotalamus</strong></em><br />
Hipotalamus merupakan struktur otak yang terlibat dalam emosi dan dorongan-dorongan vital untuk kelangsungan hidup, seperti takut, lapar, haus, dan reproduksi. Hipotalamus berfungsi mengatur sistem saraf otonomik.<br />
<em><strong>Kelenjar Hipofisis</strong></em><br />
Kelenjar hipofisis merupakan kelenjar endokrin kecil yang terletak di dasar otak, yang melepaskan banyak hormone dan mengatur kelenjar-kelenjar endokrin lainnya.<br />
<em><strong>Amigdala</strong></em><br />
Amigdala (amygdale) merupakan struktur otak yang terlibat dalam stimulasi, regulasi emosi, dan respons emosional awal terhadap informasi sensorik.<br />
<em><strong>Hipokampus </strong></em><br />
Hipokampus (hippocampus) merupakan struktur otak yang terlibat dalam penyimpanan informasi baru di dalam ingatan.<br />
<em><strong>Serebrum </strong></em><br />
Serebrum merupakan struktur otak terbesar, terdiri dari bagian atas otak yang terbagi menjadi dua hemisfer. Serebrum ini berperan pada sebagian besar proses sensorik, motorik, dan kognitif.<br />
<strong>Hemister Otak</strong><br />
Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap pasien split-brain, yang korpus kolosum-nya dipotong, diketahui bahwa masing-masing hemister otak memiliki bakat tersendiri. Pada kebanyakan orang, bahasa diproses terutama oleh hemister kiri, yang umumnya memiliki fungsi khusus dalam menangani tugas-tugas yang bersifat logis, simbolik, dan berangkai.<br />
Sedangkan pada hemister kanan, berhubungan dengan tugas-tugas special-visual, mengenali wajah, serta kreasi dan apresiasi terhadap seni maupun musik. Namun dalam kebanyakan aktivitas mental, kedua hemister ini saling bekerja sama di mana masing-masing hemsiter memberikan kontribusi.<br />
<strong>Dua Isu dalam Penelitian Otak<br />
<em>Di manakah Letak Self</em></strong><br />
Ketika memikirkan tentang gumpalan jaringan yang terletak di kepala, yang dapat mengingat, bermimpi, dan berpikir, akan memunculkan sebuah pertanyaan yaitu di manakah letak diri (self) kita sebenarnya? Ini merupakan pertanyaan klasik yang telah lama direnungkan.<br />
Banyak peneliti dan ilmuwan kognitif yakin bahwa kesatuan self merupakan sebuah ilusi. Otak beroperasi sebagai sebuah kumpulan dari modul-modul atau sistem-sistem mental yang mandiri, dan mungkin salah satu diantaranya menjadi penerjemah.<br />
<em><strong>Adakah Otak Pria dan Otak Wanita</strong></em><br />
Isu kedua adalah eksistensi jenis kelamin di dalam otak. Dalam isu ini, muncul dua pertanyaan, yaitu apakah antara otak pria dan otak wanita terdapat perbedaan yang bersifat anatomis? Dan apabila ada, apakah kemudian mempengaruhi perilaku, kemampuan, atau cara memecahkan masalah pada pria dan wanita?<br />
Dengan pemindaian otak dan berbagai tehnik lainnya telah mengungkapkan perbedaan-perbedaan antara otak pria dengan wanita. Diantaranya menyangkut lateralisasi dalam menyelesaikan tugas-tugas yang berkaitan dengan bahasa, apabila dibandingkan dengan pria, wanita cenderung melibatkan dua hemisfer. Meski demikian, masih terdapat banyak kontroversi mengenai perbedaan-perbedaan ini dalam kehidupan nyata.<br />
<strong><br />
Daftar Rujukan </strong><br />
Wade, C. &amp; Tavris, C. 2007. Psikologi: Jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pernikmagazine.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pernikmagazine.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pernikmagazine.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pernikmagazine.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pernikmagazine.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pernikmagazine.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pernikmagazine.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pernikmagazine.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pernikmagazine.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pernikmagazine.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pernikmagazine.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pernikmagazine.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pernikmagazine.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pernikmagazine.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pernikmagazine.wordpress.com&amp;blog=4135072&amp;post=97&amp;subd=pernikmagazine&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pernikmagazine.wordpress.com/2012/01/30/otak-sumber-pikiran-dan-kepribadian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f82a6c17e4dc8e6adaaf4e3d7d6070a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">PERNIK magazine</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MEMORI</title>
		<link>http://pernikmagazine.wordpress.com/2012/01/30/memori/</link>
		<comments>http://pernikmagazine.wordpress.com/2012/01/30/memori/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 17:24:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PERNIK magazine</dc:creator>
				<category><![CDATA[MEMORI]]></category>
		<category><![CDATA[PSIKOLOGI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pernikmagazine.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[MEMORI Pengertian Memori Memori atau ingatan adalah sebuah fungsi dari kognisi yang melibatkan otak dalam pengambilan informasi. Menurut Schlessinger dan Groves (1976) dalam Rakhmat (2000) memori adalah sistem yang sangat berstruktur, yang menyebabkan organisme sanggup merekam fakta tentang dunia, dan menggunakan pengetahuannya untuk membimbing perilakunya. Sedangkan menurut sudut pandang psikologi bahwa memori atau ingatan adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pernikmagazine.wordpress.com&amp;blog=4135072&amp;post=92&amp;subd=pernikmagazine&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEMORI</p>
<p>Pengertian Memori</strong><br />
Memori atau ingatan adalah sebuah fungsi dari kognisi yang melibatkan otak dalam pengambilan informasi. Menurut Schlessinger dan Groves (1976) dalam Rakhmat (2000) memori adalah sistem yang sangat berstruktur, yang menyebabkan organisme sanggup merekam fakta tentang dunia, dan menggunakan pengetahuannya untuk membimbing perilakunya. Sedangkan menurut sudut pandang psikologi bahwa memori atau ingatan adalah kekuatan jiwa untuk menerima, menyimpan, dan memproduksi kesan-kesan.<br />
Dalam perspektif komunikasi, memori melalui tiga proses, yaitu perekaman, penyimpanan, dan pemanggilan. Perekaman adalah pencatatan informasi melalui reseptor indera dan sirkit saraf internal. Penyimpanan adalah menentukan berapa lama informasi tersebut berada beserta kita, dalam bentuk apa, dan dimana. Sedangkan pemanggilan, menurut Mussen dan Rosenzweig (1973) dalam Rakhmat (2000) adalah menggunakan informasi yang disimpan, atau biasa disebut dengan mengingat kembali.<br />
Kemampuan mengingat antar individu berbeda-beda, antara lain seseorang yang dapat mengingat banyak disebut memiliki ingatan luas, sedangkan bagi seseorang yang hanya dapat mengingat sedikit disebut memiliki ingatan sempit. Sementara itu bagi yang memiliki ingatan kuat disebut memiliki ingatan yang setia, sedangkan sebaliknya bagi seseorangyang ingatannya lemah disebut memiliki ingatan yang tidak setia.<br />
Dalam mengeluarkan kembali ingatan yang telah disimpan, dikelompokkan menjadi dua menurut fungsinya yaitu mengingat kembali (recall) dan mengenang (recognize). Mengingat kembali (recall) yaitu ingatan dikeluarkan kembali tanpa bantuan apapun. Sedangkan dalam mengenang (recognize) ingatan dikeluarkan melalui petunjuk.<br />
Jenis-jenis memori berdasarkan waktu antara masuknya memori ke gudang ingatan dikeluarkannya kembali ada tiga yaitu Sensory Memori, Short Therm Memory (STM), dan Long Term Memori (LTM).<br />
<strong>Lupa dan sebab-sebabnya</strong><br />
Seseorang dikatakan lupa apabila suatu ingatan atau informasi tidak dapat dimunculkan kembali. Terdapat beberapa teori mengenai penyebab terjadinya keadaan lupa tersebut. Antara lain:<br />
1.Teori Atropi/Decay Theory<br />
<em>Suatu ingatan atau informasi tidak dimunculkan dalam waktu yang relatif lama maka akan cenderung terjadi kelupaan. Untuk menghindari terjadinya kelupaan menurut teori ini maka ingatan tersebut harus diulang-ulang.</em><br />
2.Teori Interfrensi<br />
<em>Utuh atau tidaknya informasi yang kita simpan dipengaruhi oleh informasi yang lain.<br />
a.Pro Aktif<br />
Informasi yang lama mengacaukan masuknya informasi yang baru.<br />
b.Netro Aktif</em><br />
Informasi yang baru mengacaukan informasi yang lama.<br />
3.Lupa karena sebab fisiologi</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pernikmagazine.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pernikmagazine.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pernikmagazine.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pernikmagazine.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pernikmagazine.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pernikmagazine.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pernikmagazine.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pernikmagazine.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pernikmagazine.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pernikmagazine.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pernikmagazine.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pernikmagazine.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pernikmagazine.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pernikmagazine.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pernikmagazine.wordpress.com&amp;blog=4135072&amp;post=92&amp;subd=pernikmagazine&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pernikmagazine.wordpress.com/2012/01/30/memori/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f82a6c17e4dc8e6adaaf4e3d7d6070a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">PERNIK magazine</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>INTELIGENSI</title>
		<link>http://pernikmagazine.wordpress.com/2012/01/30/inteligensi/</link>
		<comments>http://pernikmagazine.wordpress.com/2012/01/30/inteligensi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 17:21:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PERNIK magazine</dc:creator>
				<category><![CDATA[INTELIGENSI]]></category>
		<category><![CDATA[PSIKOLOGI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pernikmagazine.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[INTELIGENSI Menurut David Wechsler, intelegensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungan secara efektif. Menurut Spearman, kecerdasan ialah kemampuan umum untuk berpikir dan menimbang. Sedangkan Thurstone berpendapat bahwa kecerdasan adalah suatu rangkaian yang terpisah. Kemampuan-kemampuan seperti kemampuan numerik, ingatan, dan kefasihan berbicara bersama-sama membentuk perilaku pandai. Dari berbagai pengertian diatas, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pernikmagazine.wordpress.com&amp;blog=4135072&amp;post=90&amp;subd=pernikmagazine&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>INTELIGENSI</strong></p>
<p>Menurut David Wechsler, intelegensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungan secara efektif. Menurut Spearman, kecerdasan ialah kemampuan umum untuk berpikir dan menimbang. Sedangkan Thurstone berpendapat bahwa kecerdasan adalah suatu rangkaian yang terpisah. Kemampuan-kemampuan seperti kemampuan numerik, ingatan, dan kefasihan berbicara bersama-sama membentuk perilaku pandai.<br />
Dari berbagai pengertian diatas, dapat kita definisikan intelegensi sebagai kemampuan berpikir abstrak, kemampuan menyesuaikan diri dengan tugas-tugas baru, atau kemapuan melakukan aktivitas yang mengundang tantangan, tingkat kesulitan dan lain sebagainya. Intelegensi juga dapat kita artikan sebagai kemampuan adaptasi dan pemecahan masalah, fokus, dan fleksibel (memiliki alternatif lain dalam pemecahan masalah).<br />
Glover dan Bruning (1990) membagi teori intelegensi menjadi dua, yaitu teori intelegensi yang dikemukakan pakar psikometri dan teori intelegensi yang dikemukakan pemrosesan informasi. Secara garis besar, pakar psikometri menekankan pada bagaimana mengukur intelegensi dan memprediksi prestasi lain seperti pembelajaran di kelas. Sedangkan pakar pemrosesan informasi lebih menekankan pada proses berpikir.<br />
Aspek-aspek pembentuk intelegensi menurut Spearman ada dua faktor yaitu faktor G dan faktor S. Faktor G adalah General Abillity yaitu kemampuan umum, sedangkan faktor S adalah Speciallity Abillity yaitu kemampuan khusus.<br />
Sedangkan Thurstone berpendapat aspek-aspek tersebut terdiri dari multifactor, meliputi faktor kemampuan verbal, faktor kemampuan dalam kosakata, faktor kemampuan dalam ingatan, faktor kemampuan dalam hitungan/numberik, faktor kemampuan dalam pengamatan 3D, faktor kemampuan dalam penalaran, serta faktor kemampuan ketepatan dalam pengamatan panca indera (perseptual).<br />
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi intelegensi, yaitu: lingkungan tempat tinggal, genetik, kondisi fisik/kesehatan, dan status sosial/ekonomi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pernikmagazine.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pernikmagazine.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pernikmagazine.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pernikmagazine.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pernikmagazine.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pernikmagazine.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pernikmagazine.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pernikmagazine.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pernikmagazine.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pernikmagazine.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pernikmagazine.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pernikmagazine.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pernikmagazine.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pernikmagazine.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pernikmagazine.wordpress.com&amp;blog=4135072&amp;post=90&amp;subd=pernikmagazine&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pernikmagazine.wordpress.com/2012/01/30/inteligensi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f82a6c17e4dc8e6adaaf4e3d7d6070a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">PERNIK magazine</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TEORI PERKEMBANGAN</title>
		<link>http://pernikmagazine.wordpress.com/2012/01/30/teori-perkembangan/</link>
		<comments>http://pernikmagazine.wordpress.com/2012/01/30/teori-perkembangan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 16:41:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PERNIK magazine</dc:creator>
				<category><![CDATA[PSIKOLOGI]]></category>
		<category><![CDATA[TEORI PERKEMBANGAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pernikmagazine.wordpress.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[TEORI PERKEMBANGAN PENDAHULUAN Banyak pendapat tentang hakikat perkembangan manusia, di kalangan psikolog terdapat berbagai aliran yang melihat masalah perkembangan ini dengan cara yang berbeda-beda. Adanya perbedaan tersebut kemudian memunculkan berbagai teori tentang perkembangan manusia. Secara umum, teori perkembangan itu sendiri dapat kita definisikan sebagai sejumlah ide yang koheren, mengandung hipotesis-hipotesis dan asumsi-asumsi yang dapat diuji [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pernikmagazine.wordpress.com&amp;blog=4135072&amp;post=84&amp;subd=pernikmagazine&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TEORI PERKEMBANGAN<br />
<strong>PENDAHULUAN</strong><br />
Banyak pendapat tentang hakikat perkembangan manusia, di kalangan psikolog terdapat berbagai aliran yang melihat masalah perkembangan ini dengan cara yang berbeda-beda. Adanya perbedaan tersebut kemudian memunculkan berbagai teori tentang perkembangan manusia.<br />
Secara umum, teori perkembangan itu sendiri dapat kita definisikan sebagai sejumlah ide yang koheren, mengandung hipotesis-hipotesis dan asumsi-asumsi yang dapat diuji kebenarannya, dan berfungsi untuk menggambarkan, menjelaskan, dan memprediksi perubahan-perubahan perilaku dan proses mental manusia sepanjang rentang kehidupannya.<br />
Dalam makalah ini kita tidak akan membahas semua teori perkembangan yang ada. Namun kita hanya akan membahas empat teori perkembangan yaitu teori perkembangan kognitif, teori perkembangan psikososial, teori perkembangan psikoseksual, dan teori perkembangan moral.</p>
<p><strong>TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF </strong><br />
Teori ini dikemukakan oleh Jean Piaget (1896-1980), seorang psikolog asal Neuchatel, Swiss. Menurut Crain (2007) teori ini merupakan teori tentang perkembangan intelektual paling komprehensif dan banyak mendekati kebenaran. Teori perkembangan kognitif Piaget memberikan banyak konsep utama dalam lapangan psikologi perkembangan dan berpengaruh terhadap perkembangan konsep kecerdasan, yang bagi Piaget, berarti kemampuan untuk secara lebih tepat merepresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan.<br />
Teori yang dikemukakan Piaget dikenal juga dengan teori perkembangan intelektual yang menyeluruh, dimana teori ini mencerminkan adanya fungsi biologi dan psikologis. Piaget menyatakan intelegensi itu sendiri sebagai adaptasi biologi terhadap lingkungan. Sebagai contohnya manusia tidak memiliki bulu untuk melindunginya dari dingin, demikian pula manusia tidak memiliki kecepatan untuk lari dari hewan pemangsa. Namun manusia memiliki kepandaian untuk membuat pakaian dan kendaraan untuk transportasi.<br />
Dalam setiap riset, Piaget memberikan kontribusi yang jelas menuju sebuah teori pentahapan yang tunggal dan terintegrasikan. Sebelum menuju tahapan-tahapan yang dikemukakan Piaget, terdapat dua konsep penting yang harus diketahui. Pertama, Piaget menemukan bahwa anak-anak melewati tahapan-tahapan ini dengan kecepatan yang berbeda-beda sehingga dia tidak terlalu menaruh perhatian kepada batasan usia yang dilekatkan pada tahapan-tahapan tersebut. Meskipun tahapan-tahapan itu dapat dicapai dalam usia yang bervariasi namun Piaget mengutarakan bahwa anak-anak selalu melewati urutan yang tidak pernah berubah dengan keteraturan yang sama. Piaget juga menyatakan tahapan-tahapan tersebut bersifat universal, tidak terkait budaya.<br />
Kedua, pandangan umum Piaget mengenai hakekat perubahan di dalam perkembangan tidak melihat tahapan-tahapannya ditentukan oleh genetis. Sebaliknya, mereka hanyalah mempresentasikan cara-cara berpikir yang semakin komperehensif. Anak-anak secara konstan mengeksplorasi, memanipulasi dan berusaha memahami lingkungannya. Di dalam proses ini mereka aktif mengkonstruksikan struktur-struktur baru yang lebih elaboratif agar bisa menghadapinya.<br />
Piaget menggunakan konsep-konsep biologis terbatas pada sifatnya. Dia mengamati bayi-bayi mewarisi refleks-refleks seperti menghisap. Refleks-refleks sangat penting bagi bulan-bulan pertama kehidupannya, namun semakin berkurang secara signifikansinya pada perkembangan selanjutnya.<br />
Piaget mengkarakterisasikan aktivitas-aktivitas anak-anak menurut kecenderungan-kecenderungan biologis yang bisa ditemukan di semua organisme. Kecenderungan-kecenderungan tersebut adalah asimilasi, akomodasi, dan organisasi.<br />
Asimilisasi berarti memasukkan sesuatu seperti dalam aktivitas makan atau mencerna. Namun dalam pengertian disini asimilasi merupakan suatu proses penyesuaian antara objek yang baru diperoleh dengan skema yang ada. Dengan kata lain asimilasi dapat dijelaskan sebagai proses organisme memanipulasi dunia luar dengan cara membuatnya menjadi serupa dengan dirinya. Manusia memiliki kebutuhan untuk mengasimilasikan objek-objek atau informasi ke dalam struktur-struktur kognitifnya. Sebagai contoh, orang dewasa mengasimilasikan informasi dengan membaca buku. Lain halnya dengan bayi, mereka mengasimilasikan objek dengan menggenggamnya, berusaha memasukkan objek tersebut ke dalam skema genggamannya.<br />
Dalam memasukkan objek tersebut ternyata terdapat beberapa objek yang tidak sesuai dengan struktur yang kita meiliki. Maka untuk tetap memasukan objek tersebut kita harus membuat perubahan di dalam struktur kita atau akomodasi. Dari penjelasan tersebut dapat kita tarik kesimpulan bahwa akomodasi yaitu proses organisme memodifikasi dirinya sehingga lebih menyukai lingkungannya. Akomodasi juga dapat disebut sebagai proses dimana struktur kognitif mengalami perubahan. Piaget menganggap perubahan ini sebagai proses pembelajaran. Sebagai contoh, bayi menemukan bahwa dia sanggup menggenggam sebuah kotak dengan menggerakkan perintang menuju kotak tersebut, melalui proses akomodasi bayi kemudian mulai mengkontruksikan cara-cara yang lebih efisien.<br />
Sedangkan kecenderungan yang ketiga adalah organisasi. Organisasi disini dapat kita artikan sebagai kecenderungan untuk mengintegrasi diri dan dunia ke dalam suatu bentuk dari bagian-bagian menjadi satu kesatuan yang penuh arti. Menurut Piaget, organisasi ini merupakan suatu cara untuk mengurangi kompleksitas. Sebagai contoh, anak-anak berusia empat bulan memiliki kemampuan menatap objek dan menggenggamnya. Kemudian dalam perkembangan selanjutnya dia berusaha mengkombinasikan dua tindakan ini dengan menggenggam objek-objek yang dilihatnya . pada tataran mental yang lebih tinggi, manusia membangun teori. Secara konstan manusia akan terus berusaha mengorganisasikan ide-ide menjadi suatu sistem yang koheren.<br />
Menurut Ginsburg dan Opper dalam Crain (2007) meskipun Piaget tidak percaya bahwa tahapan-tahapan ini sudah diatur oleh kode genetik tertentu melainkan dikonstruksikan oleh anak-anak sendiri, namun Piaget masih mendiskusikan proses pengkonstruksian ini menurut kecenderungan-kecenderungan biologisnya.<br />
Piaget berpendapat pikiran anak-anak tidak dibentuk oleh ajaran-ajaran orang dewasa atau pengaruh-pengaruh lingkungan lainnya. Anak-anak memang harus berinteraksi dengan lingkungannya untuk berkembang, akan tetapi merekalah yang membangun struktur-struktur kognitif baru dalam dirinya, bukan lingkungan eksternal.<br />
Jadi menurut Piaget, perkembangan tidak diatur oleh pendewasaan internal maupun pengajaran dari luar. Namun merupakan proses kontruktif yang aktif, dimana anak-anak melalui aktivitas-aktivitas mereka sendiri, membangun struktur-struktur kognitif yang semakin berbeda dab komprehensif.<br />
Seorang individu dalam hidupnya selalu berinteraksi dengan lingkungan. Dengan berinteraksi tersebut, seseorang akan memperoleh skema. Skema berupa kategori pengetahuan yang membantu dalam menginterpretasi dan memahami dunia. Skema juga menggambarkan tindakan baik secara mental maupun fisik yang terlibat dalam memahami atau mengetahui sesuatu. Sehingga dalam pandangan Piaget, skema mencakup baik kategori pengetahuan maupun proses perolehan pengetahuan tersebut. Seiring dengan pengalamannya mengeksplorasi lingkungan, informasi yang baru didapatnya digunakan untuk memodifikasi, menambah, atau mengganti skema yang sebelumnya ada. Sebagai contoh, seorang anak mungkin memiliki skema tentang sejenis binatang, misalnya dengan burung. Bila pengalaman awal anak berkaitan dengan burung kenari, anak kemungkinan beranggapan bahwa semua burung adalah kecil, berwarna kuning, dan mencicit. Suatu saat, mungkin anak melihat seekor burung unta. Anak akan perlu memodifikasi skema yang ia miliki sebelumnya tentang burung untuk memasukkan jenis burung yang baru ini. Piaget membagi skema yang digunakan anak untuk memahami dunianya melalui empat periode utama yang berkorelasi dengan dan semakin berkembang seiring pertambahan usia:<br />
1.Periode I, Kepandaian Sensori-Motorik (usia 0-2 tahun)<br />
2.Periode II, Pikiran Pra-Operasional (usia 2-7 tahun)<br />
3.Periode III, Operasi-operasi berpikir konkret (usia 7-11 tahun)<br />
4.Periode IV, Operasi-operasi berpikir formal (usia 11 tahun sampai dewasa)<br />
<strong>Periode I: Kepandaian Sensori-Motorik (usia 0-2 tahun)</strong><br />
Menurut Piaget, bayi lahir dengan sejumlah refleks bawaan selain juga dorongan untuk mengeksplorasi dunianya. Skema awalnya dibentuk melalui diferensiasi refleks bawaan tersebut. Periode sensorimotor adalah periode pertama dari empat periode. Piaget berpendapat bahwa tahapan ini menandai perkembangan kemampuan dan pemahaman spatial penting dalam enam tahapan:<br />
<em>Tahap 1 (0-1 bulan): Penggunaan Refleks-refeleks</em><br />
Piaget menggunakan istilah skema (scheme atau schema) dalam pembahasan struktur tindakan bayi. Skema bisa menjadi pola tindakan apapun untuk menghadapi lingkungan, bentuk skema tersebut bisa berupa tindakan menatap, menggenggam, atau menendang-nendang. Skema pertama yang dilakukan bayi terdiri dari refleks-refleks bawaan. Refleks yang paling terlihat adalah menghisap, bayi otomatis menghisap kapan pun ketika bibir mereka disentuh.<br />
<em>Tahap 2 (1-4 bulan): Reaksi-reaksi Sirkuler Primer</em><br />
Reaksi ini menurut Piaget terjadi ketika bayi menghadapi suatu pengalaman baru dan ingin menbgulanginya kembali. Sebagai contoh, ketika tangan bayi berdekatan dengan mulutnya dia akan mulai menghisapnya, dan ketika tangan itu menjauh si bayi ingin membawa tangan itu kembali.<br />
<em>Tahap 3 (4-10 bulan): Reaksi-reaksi Sirkuler Sekunder</em><br />
Reaksi ini terjadi ketika bayi menemukan dan menghasilkan kembali peristiwa menarik di luar dirinya. Sebagai contoh, Piaget menceritakan, putri keduanya. Suatu saat Lucienne berbaring di tempat tidur, dia membuat gerakan dengan kakinya yang berusaha mengendalikan boneka-boneka yang digantung di atas kepalanya. Dia merasa tertarik, kemudian mengulangi tindakannya. Selama beberapa kali dia mengulangi hal tersebut, dan sering tertawa ketika melihat boneka-boneka tersebut bergerak. Pada tahap ketiga ini bayi menunjukkan satu tindakan tunggal untuk mencapai suatu hasil.<br />
<em>Tahap 4 (10-12 bulan): Koordinasi Skema-skema Sekunder</em><br />
Pada tahap ini Piaget berpendapat, tindakan bayi lebih terbedakan dari tahap sebelumnya. Dia belajar untuk mengkoordinasi dua skema terpisah demi mencapai suatu hasil. Sebagai contoh, kali ini Piaget menceritakan Laurent, putra bungsunya. Pada suatu ketika Laurent ingin memeluk sebuah kotak mainan, namun Piaget menaruh tangannya di tengah jalan. Semula Laurent berusaha untuk tidak menghiraukannya dengan menerobos atau mengambil jalan memutar, tidak berusaha untuk menggeser tangan ayahnya. Namun ketika Piaget tetap menaruh tangannya di tengah jalan, kemudian Laurent memukulkan kotak mainan itu sambil berusaha melambaikan tangan , mengguncang tubuhnya sendiri dan mengibas-kibaskan kepalanya. Setelah melakukannya beberapa kali, akhirnya Laurent berhasil menyingkirkan perintang dengan mengibaskan tangan ayahnya. Dari contoh tersebut dapat kita simpulkan bahwa Laurent berhasil mengkoordinasikan dua skema terpisah untuk mencapai tujuan, yaitu menyingkirkan perintang dan memeluk kotak mainan itu.<br />
<em>Tahap 5 (12-18 bulan): Reaksi-reaksi Sirkuler Tersier</em><br />
Pada tahap ini bayi bereksperimen dengan tindakan-tindakan yang berbeda-beda untuk mengamati hasil yang berbeda-beda. Sebagai contoh, Piaget kembali menceritakan Laurent, putra bungsunya. Suatu ketika Laurent tertarik dengan meja yang baru dibeli ayahnya. Dia memukulmnya dengan telapak tangan beberapa kali, terkadang keras, terkadang juga lembut untuk memperoleh perbedaan bunyi yang dihasilkan.<br />
<em>Tahap 6 (18 bulan-2 tahun): Reaksi-reaksi Sirkuler Tersier</em><br />
Pada tahap ini anak-anak mulai memikirkan situasi secara lebih internal, sebelum akhirnya bertindak. Sebagai contoh, Piaget menceritakan Lucienne, putri keduanya. Pada suatu ketika Piaget menaruh rantai di dalam kotak mainan yang membuat Lucienne ingin mengambilnya. Dia memiliki dua skema untuk mengambilnya, yaitu membalikkan kotak itu dan memasukkan jarinya ke celah yang menganga. Akan tetapi ternyata tidak ada satu pun usahanya yang berhasil. Lucienne menghentikan tindakannya dan menatap celah kotak tersebut dengan seksama. Kemudian setelah beberapa kali membuka dan menutup mulut kotak yang semakin lebar, Lucienne membuka kotak itu sekuat tenaga dan berhasil mendapatkan rantainya.<br />
<strong>Periode II: Pikiran Pra-Operasional (usia 2-7 tahun)</strong><br />
Tahapan ini merupakan tahapan kedua dari empat tahapan. Dengan mengamati urutan permainan, Piaget bisa menunjukkan bahwa setelah akhir usia dua tahun jenis yang secara kualitatif baru dari fungsi psikologis muncul. Pemikiran (Pra)Operasi dalam teori Piaget adalah prosedur melakukan tindakan secara mental terhadap objek-objek. Ciri dari tahapan ini adalah operasi mental yang jarang dan secara logika tidak memadai. Dalam tahapan ini, anak belajar menggunakan dan merepresentasikan objek dengan gambaran dan kata-kata. Pemikirannya masih bersifat egosentris: anak kesulitan untuk melihat dari sudut pandang orang lain. Anak dapat mengklasifikasikan objek menggunakan satu ciri, seperti mengumpulkan semua benda merah walau bentuknya berbeda-beda atau mengumpulkan semua benda bulat walau warnanya berbeda-beda.<br />
Menurut Piaget, tahapan pra-operasional mengikuti tahapan sensorimotor dan muncul antara usia dua sampai enam tahun. Dalam tahapan ini, anak mengembangkan keterampilan berbahasanya. Mereka mulai merepresentasikan benda-benda dengan kata-kata dan gambar. Bagaimanapun, mereka masih menggunakan penalaran intuitif bukan logis. Di permulaan tahapan ini, mereka cenderung egosentris, yaitu, mereka tidak dapat memahami tempatnya di dunia dan bagaimana hal tersebut berhubungan satu sama lain. Mereka kesulitan memahami bagaimana perasaan dari orang di sekitarnya. Tetapi seiring pendewasaan, kemampuan untuk memahami perspektif orang lain semakin baik. Anak memiliki pikiran yang sangat imajinatif di saat ini dan menganggap setiap benda yang tidak hidup pun memiliki perasaan.<br />
<strong><strong>Periode III: Operasi-operasi berpikir konkret (usia 7-11 tahun) </strong></strong><br />
Tahapan ini adalah tahapan ketiga dari empat tahapan. Muncul antara usia enam sampai duabelas tahun dan mempunyai ciri berupa penggunaan logika yang memadai. Proses-proses penting selama tahapan ini adalah:<br />
Pengurutan<br />
Kemampuan untuk mengurutan objek menurut ukuran, bentuk, atau ciri lainnya. Contohnya, bila diberi benda berbeda ukuran, mereka dapat mengurutkannya dari benda yang paling besar ke yang paling kecil.<br />
Klasifikasi<br />
Kemampuan untuk memberi nama dan mengidentifikasi serangkaian benda menurut tampilannya, ukurannya, atau karakteristik lain, termasuk gagasan bahwa serangkaian benda-benda dapat menyertakan benda lainnya ke dalam rangkaian tersebut. Anak tidak lagi memiliki keterbatasan logika berupa animisme (anggapan bahwa semua benda hidup dan berperasaan).<br />
Decentering<br />
Anak mulai mempertimbangkan beberapa aspek dari suatu permasalahan untuk bisa memecahkannya. Sebagai contoh anak tidak akan lagi menganggap cangkir lebar tapi pendek lebih sedikit isinya dibanding cangkir kecil yang tinggi.<br />
Reversibility<br />
Anak mulai memahami bahwa jumlah atau benda-benda dapat diubah, kemudian kembali ke keadaan awal. Untuk itu, anak dapat dengan cepat menentukan bahwa 4+4 sama dengan 8, 8-4 akan sama dengan 4, jumlah sebelumnya.<br />
Penghilangan sifat Egosentrisme<br />
Kemampuan untuk melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain (bahkan saat orang tersebut berpikir dengan cara yang salah). Sebagai contoh, tunjukkan komik yang memperlihatkan Siti menyimpan boneka di dalam kotak, lalu meninggalkan ruangan, kemudian Ujang memindahkan boneka itu ke dalam laci, setelah itu baru Siti kembali ke ruangan. Anak dalam tahap operasi konkrit akan mengatakan bahwa Siti akan tetap menganggap boneka itu ada di dalam kotak walau anak itu tahu bahwa boneka itu sudah dipindahkan ke dalam laci oleh Ujang.<br />
<strong><br />
Periode IV: Operasi-operasi berpikir formal (usia 11 tahun sampai dewasa) </strong><br />
Tahap operasional formal adalah periode terakhir perkembangan kognitif dalam teori Piaget. Tahap ini mulai dialami anak dalam usia sebelas tahun (saat pubertas) dan terus berlanjut sampai dewasa. Karakteristik tahap ini adalah diperolehnya kemampuan untuk berpikir secara abstrak, menalar secara logis, dan menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia. Dalam tahapan ini, seseorang dapat memahami hal-hal seperti cinta, bukti logis, dan nilai. Ia tidak melihat segala sesuatu hanya dalam bentuk hitam dan putih, namun ada &#8220;gradasi abu-abu&#8221; di antaranya. Dilihat dari faktor biologis, tahapan ini muncul saat pubertas (saat terjadi berbagai perubahan besar lainnya), menandai masuknya ke dunia dewasa secara fisiologis, kognitif, penalaran moral, perkembangan psikoseksual, dan perkembangan sosial. Beberapa orang tidak sepenuhnya mencapai perkembangan sampai tahap ini, sehingga ia tidak mempunyai keterampilan berpikir sebagai seorang dewasa dan tetap menggunakan penalaran dari tahap operasional konkrit.<br />
<strong><br />
TEORI PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL</strong><br />
Erik H Erikson, seorang psikolog asal Frankfurt, Jerman, mengembangkan teori perkembangan kepribadian yang memiliki pengaruh kuat dalam psikologi. Erikson telah memberi gambaran baru yang lebih besar mengenai tugas anak dalam teori perkembangan psikoanalitik di setiap tahapan Freud. Dia juga menambahkan tiga tahapan baru tentang fase-fase dewasa sehingga teori psikoanalisis dapat mencakup seluruh siklus hidup manusia.<br />
Berangkat dari teori tahap-tahap perkembangan psikoseksual dari Freud yang lebih menekankan pada dorongan-dorongan seksual, Erikson mengembangkan teori tersebut dengan menekankan pada aspek-aspek perkembangan sosial. Melalui teori yang dikembangkannya yang biasa dikenal dengan sebutan Theory of Psychosocial Development (Teori Perkembangan Psikososial), Erikson tidak berniat agar teori psikososialnya menggantikan baik teori psikoseksual Freud maupun teori perkembangan kognitif Piaget. Ia mengakui bahwa teori-teori ini berbicara mengenai aspek-aspek lain dalam perkembangan. Selain itu di sisi lain perlu diketahui pula bahwa teori Erikson menjangkau usia tua sedangkan teori Freud dan teori Piaget berhenti hanya sampai pada masa dewasa.<br />
Erikson berpendapat bahwa pandangan-pandangannya sesuai dengan ajaran dasar psikoanalisis yang dibangun oleh Freud. Jadi dapat dikatakan bahwa Erikson adalah seorang post-freudian atau neofreudian. Akan tetapi, teori Erikson lebih tertuju pada masyarakat dan kebudayaan. Hal ini terjadi karena dia adalah seorang ilmuwan yang punya ketertarikan terhadap antropologis yang sangat besar, bahkan dia sering meminggirkan masalah insting dan alam bawah sadar. Oleh sebab itu, maka di satu pihak ia menerima konsep struktur mental Freud, dan di lain pihak menambahkan dimensi sosial-psikologis pada konsep dinamika dan perkembangan kepribadian yang diajukan oleh Freud.<br />
Bagi Erikson, dinamika kepribadian selalu diwujudkan sebagai hasil interaksi antara kebutuhan dasar biologis dan pengungkapannya sebagai tindakan-tindakan sosial. Tampak dengan jelas bahwa yang dimaksudkan dengan psikososial apabila istilah ini dipakai dalam kaitannya dengan perkembangan. Secara khusus hal ini berarti bahwa tahap-tahap kehidupan seseorang dari lahir sampai dibentuk oleh pengaruh-pengaruh sosial yang berinteraksi dengan suatu organisme yang menjadi matang secara fisik dan psikologis. Dalam teori yang diutarakannya, Erikson menekankan hubungan sosial dengan individu di persekitaran. Perkembangan psikososial ini membentuk personaliti kanak-kanak.<br />
Dalam bukunya yang berjudul “Childhood and Society” tahun 1963, Erikson membuat sebuah bagan untuk mengurutkan delapan tahap secara terpisah mengenai perkembangan ego dalam psikososial, yang biasa dikenal dengan istilah “delapan tahap perkembangan manusia”. Erikson berdalil bahwa setiap tahap menghasilkan epigenetic. Epigenetic berasal dari dua suku kata yaitu epi yang artinya “upon” atau sesuatu yang sedang berlangsung, dan genetic yang berarti “emergence” atau kemunculan. Gambaran dari perkembangan cermin mengenai ide dalam setiap tahap lingkaran kehidupan sangat berkaitan dengan waktu, yang mana hal ini sangat dominan dan karena itu muncul , dan akan selalu terjadi pada setiap tahap perkembangan hingga berakhir pada tahap dewasa, secara keseluruhan akan adanya fungsi/kegunaan kepribadian dari setiap tahap itu sendiri.<br />
Selanjutnya, Erikson berpendapat bahwa tiap tahap psikososial juga disertai oleh krisis. Perbedaan dalam setiap komponen kepribadian yang ada didalam tiap-tiap krisis adalah sebuah masalah yang harus dipecahkan/diselesaikan. Konflik adalah sesuatu yang sangat vital dan bagian yang utuh dari teori Erikson, karena pertumbuhan dan perkembangan antar personal dalam sebuah lingkungan tentang suatu peningkatan dalam sebuah sikap yang mudah sekali terkena serangan berdasarkan fungsi dari ego pada setiap tahap<br />
Erikson percaya “epigenetic principle” akan mengalami kemajuan atau kematangan apabila dengan jelas dapat melihat krisis psikososial yang terjadi dalam lingkaran kehidupan setiap manusia yang sudah dilukiskan dalam bentuk sebuah gambar Di mana gambar tersebut memaparkan tentang delapan tahap perkembangan yang pada umumnya dilalui dan dijalani oleh setiap manusia secara hirarkri seperti anak tangga. Di dalam kotak yang bergaris diagonal menampilkan suatu gambaran mengenai adanya hal-hal yang bermuatan positif dan negatif untuk setiap tahap secara berturut-turut. Periode untuk tiap-tiap krisis, Erikson melukiskan mengenai kondisi yang relatif berkaitan dengan kesehatan psikososial dan cocok dengan sakit yang terjadi dalam kesehatan manusia itu sendiri<br />
Delapan tahap/fase perkembangan kepribadian menurut Erikson memiliki ciri utama setiap tahapnya adalah di satu pihak bersifat biologis dan di lain pihak bersifat sosial, yang berjalan melalui krisis diantara dua polaritas. Adapun tingkatan dalam delapan tahap perkembangan yang dilalui oleh setiap manusia menurut Erikson adalah sebagai berikut:<br />
Developmental Stage Basic Components<br />
Infancy (0-1 thn) Trust vs Mistrust: Harapan<br />
Early childhood (1-3 thn) Autonomy vs Shame, Doubt: Kehendak<br />
Preschool age (4-5 thn) Initiative vs Guilt: Tujuan<br />
School age (6-11 thn) Industry vs Inferiority: Kompetensi<br />
Adolescence (12-20 thn) Identity vs Identity Confusion: Kesetiaan<br />
Young adulthood ( 21-40 thn) Intimacy vs Isolation: Cinta<br />
Adulthood (41-65 thn) Generativity vs Stagnation: Perhatian<br />
Senescence (+65 thn) Ego Integrity vs Despair: Hikmat</p>
<p><em><br />
Trust vs Mistrust (Kepercayaan vs Kecurigaan)</em><br />
Masa bayi (infancy) ditandai adanya kecenderungan trust – mistrust. Perilaku bayi didasari oleh dorongan mempercayai atau tidak mempercayai orang-orang di sekitarnya. Dia sepenuhnya mempercayai orang tuanya, tetapi orang yang dianggap asing dia tidak akan mempercayainya. Oleh karena itu kadang-kadang bayi menangis bila di pangku oleh orang yang tidak dikenalnya. Ia bukan saja tidak percaya kepada orang-orang yang asing tetapi juga kepada benda asing, tempat asing, suara asing, perlakuan asing dan sebagainya. Kalau menghadapi situasi-situasi tersebut seringkali bayi menangis.<br />
<em>Autonomy vs Shame, Doubt (Otonomi vs Rasa Malu, Ragu-ragu)</em><br />
Masa kanak-kanak awal (early childhood) ditandai adanya kecenderungan autonomy – shame, doubt. Pada masa ini sampai batas-batas tertentu anak sudah bisa berdiri sendiri, dalam arti duduk, berdiri, berjalan, bermain, minum dari botol sendiri tanpa ditolong oleh orang tuanya, tetapi di pihak lain dia telah mulai memiliki rasa malu dan keraguan dalam berbuat, sehingga seringkali minta pertolongan atau persetujuan dari orang tuanya.<br />
<em>Initiative vs Guilt (Inisiatif vs Rasa Bersalah)</em><br />
Masa pra sekolah (Preschool Age) ditandai adanya kecenderungan initiative – guilty. Pada masa ini anak telah memiliki beberapa kecakapan, dengan kecakapan-kecakapan tersebut dia terdorong melakukan beberapa kegiatan, tetapi karena kemampuan anak tersebut masih terbatas adakalanya dia mengalami kegagalan. Kegagalan-kegagalan tersebut menyebabkan dia memiliki perasaan bersalah, dan untuk sementara waktu dia tidak mau berinisatif atau berbuat.<br />
<em>Industry vs Inferiority (Kegigihan/Industri vs Inferioritas)</em><br />
Masa Sekolah (School Age) ditandai adanya kecenderungan industry–inferiority. Sebagai kelanjutan dari perkembangan tahap sebelumnya, pada masa ini anak sangat aktif mempelajari apa saja yang ada di lingkungannya. Dorongan untuk mengatahui dan berbuat terhadap lingkungannya sangat besar, tetapi di pihak lain karena keterbatasan-keterbatasan kemampuan dan pengetahuannya kadang-kadang dia menghadapi kesukaran, hambatan bahkan kegagalan. Hambatan dan kegagalan ini dapat menyebabkan anak merasa rendah diri.<br />
<em>Identity vs Identity Confusion (Identitas vs Kebingungan Peran)</em><br />
Tahap kelima ini merupakan tahap remaja, yang dimulai pada saat masa puber dan berakhir pada usia 18 atau 20 tahun. Masa Remaja (adolescence) ditandai adanya kecenderungan identity – Identity Confusion. Sebagai persiapan ke arah kedewasaan didukung pula oleh kemampuan dan kecakapan-kecakapan yang dimilikinya dia berusaha untuk membentuk dan memperlihatkan identitas diri, ciri-ciri yang khas dari dirinya. Dorongan membentuk dan memperlihatkan identitasdiri ini, pada para remaja sering sekali sangat ekstrim dan berlebihan, sehingga tidak jarang dipandang oleh lingkungannya sebagai penyimpangan atau kenakalan. Dorongan pembentukan identitas diri yang kuat di satu pihak, sering diimbangi oleh rasa setia kawan dan toleransi yang besar terhadap kelompok sebayanya. Di antara kelompok sebaya mereka mengadakan pembagian peran, dan seringkali mereka sangat patuh terhadap peran yang diberikan kepada masing-masing anggota.<br />
<em>Intimacy vs Isolation (Keintiman vs Isolasi)</em><br />
Tahap pertama hingga tahap kelima sudah dilalui, maka setiap individu akan memasuki jenjang berikutnya yaitu pada masa dewasa awal yang berusia sekitar 20-30 tahun. Masa Dewasa Awal (Young adulthood) ditandai adanya kecenderungan intimacy – isolation. Kalau pada masa sebelumnya, individu memiliki ikatan yang kuat dengan kelompok sebaya, namun pada masa ini ikatan kelompok sudah mulai longgar. Mereka sudah mulai selektif, dia membina hubungan yang intim hanya dengan orang-orang tertentu yang sepaham. Jadi pada tahap ini timbul dorongan untuk membentuk hubungan yang intim dengan orang-orang tertentu, dan kurang akrab atau renggang dengan yang lainnya.<br />
<em>Generativity vs Stagnation (Semangat-berbagi vs Penyerapan-diri)</em><br />
Masa dewasa (dewasa tengah) berada pada posisi ke tujuh, dan ditempati oleh orang-orang yang berusia sekitar 30 sampai 60 tahun. Masa Dewasa (Adulthood) ditandai adanya kecenderungan generativity-stagnation. Sesuai dengan namanya masa dewasa, pada tahap ini individu telah mencapai puncak dari perkembangan segala kemampuannya. Pengetahuannya cukup luas, kecakapannya cukup banyak, sehingga perkembangan individu sangat pesat. Meskipun pengetahuan dan kecakapan individu sangat luas, tetapi dia tidak mungkin dapat menguasai segala macam ilmu dan kecakapan, sehingga tetap pengetahuan dan kecakapannya terbatas. Untuk mengerjakan atau mencapai hal– hal tertentu ia mengalami hambatan.<br />
<em>Ego Integrity vs Despair (Integritas Ego vs Rasa Putus Asa)</em><br />
Tahap terakhir dalam teorinya Erikson disebut tahap usia senja yang diduduki oleh orang-orang yang berusia sekitar 60 atau 65 ke atas. Masa hari tua (Senescence) ditandai adanya kecenderungan ego integrity – despair. Pada masa ini individu telah memiliki kesatuan atau intregitas pribadi, semua yang telah dikaji dan didalaminya telah menjadi milik pribadinya. Pribadi yang telah mapan di satu pihak digoyahkan oleh usianya yang mendekati akhir. Mungkin ia masih memiliki beberapa keinginan atau tujuan yang akan dicapainya tetapi karena faktor usia, hal itu sedikit sekali kemungkinan untuk dapat dicapai. Dalam situasi ini individu merasa putus asa. Dorongan untuk terus berprestasi masih ada, tetapi pengikisan kemampuan karena usia seringkali mematahkan dorongan tersebut, sehingga keputusasaan acapkali menghantuinya.</p>
<p><strong>TEORI PERKEMBANGAN PSIKOSEKSUAL </strong><br />
Teori perkembangan psikoseksual dikemukakan oleh Sigmund Freud, seorang developmentalis asal Freiberg, Moravia, bagian dari negara Chekoslavia. Teori ini merupakan salah satu teori yang paling terkenal, namun juga salah satu teori yang paling kontroversial. Freud percaya kepribadian yang berkembang melalui serangkaian tahapan masa kanak-kanak di mana mencari kesenangan-energi dari id menjadi fokus pada area sensitif seksual tertentu. Energi psikoseksual, atau libido, digambarkan sebagai kekuatan pendorong di belakang perilaku.<br />
Menurut Sigmund Freud, kepribadian sebagian besar dibentuk oleh usia lima tahun. Awal perkembangan berpengaruh besar dalam pembentukan kepribadian dan terus mempengaruhi perilaku di kemudian hari.<br />
Jika tahap-tahap psikoseksual selesai dengan sukses, hasilnya adalah kepribadian yang sehat. Jika masalah tertentu tidak diselesaikan pada tahap yang tepat, fiksasi dapat terjadi. fiksasi adalah fokus yang gigih pada tahap awal psikoseksual. Sampai konflik ini diselesaikan, individu akan tetap “terjebak” dalam tahap ini. Misalnya, seseorang yang terpaku pada tahap oral mungkin terlalu bergantung pada orang lain dan dapat mencari rangsangan oral melalui merokok, minum, atau makan.<br />
1. Tahap Oral<br />
Bulan pertama. Pada tahap oral, sumber utama bayi interaksi terjadi melalui mulut, sehingga perakaran dan refleks mengisap adalah sangat penting. Mulut sangat penting untuk makan, dan bayi berasal kesenangan dari rangsangan oral melalui kegiatan memuaskan seperti mencicipi dan mengisap. Karena bayi sepenuhnya tergantung pada pengasuh (yang bertanggung jawab untuk memberi makan anak), bayi juga mengembangkan rasa kepercayaan dan kenyamanan melalui stimulasi oral.<br />
Konflik utama pada tahap ini adalah proses penyapihan, anak harus menjadi kurang bergantung pada para pengasuh. Jika fiksasi terjadi pada tahap ini, Freud percaya individu akan memiliki masalah dengan ketergantungan atau agresi. fiksasi oral dapat mengakibatkan masalah dengan minum, merokok makan, atau menggigit kuku.<br />
2. Tahap Anal<br />
Selama tahun kedua atau ketiga kehidupan anak. Pada tahap anal, Freud percaya bahwa fokus utama dari libido adalah pada pengendalian kandung kemih dan buang air besar. Konflik utama pada tahap ini adalah pelatihan toilet – anak harus belajar untuk mengendalikan kebutuhan tubuhnya. Mengembangkan kontrol ini menyebabkan rasa prestasi dan kemandirian.<br />
Menurut Sigmund Freud, keberhasilan pada tahap ini tergantung pada cara di mana orang tua pendekatan pelatihan toilet. Orang tua yang memanfaatkan pujian dan penghargaan untuk menggunakan toilet pada saat yang tepat mendorong hasil positif dan membantu anak-anak merasa mampu dan produktif. Freud percaya bahwa pengalaman positif selama tahap ini menjabat sebagai dasar orang untuk menjadi orang dewasa yang kompeten, produktif dan kreatif.<br />
Namun, tidak semua orang tua memberikan dukungan dan dorongan bahwa anak-anak perlukan selama tahap ini. Beberapa orang tua ‘bukan menghukum, mengejek atau malu seorang anak untuk kecelakaan. Menurut Freud, respon orangtua tidak sesuai dapat mengakibatkan hasil negatif. Jika orangtua mengambil pendekatan yang terlalu longgar, Freud menyarankan bahwa-yg mengusir kepribadian dubur dapat berkembang di mana individu memiliki, boros atau merusak kepribadian berantakan. Jika orang tua terlalu ketat atau mulai toilet training terlalu dini, Freud percaya bahwa kepribadian kuat-analberkembang di mana individu tersebut ketat, tertib, kaku dan obsesif.<br />
3. Tahap Falik atau Odipal<br />
Pada tahap phallic , fokus utama dari libido adalah pada alat kelamin. Anak-anak juga menemukan perbedaan antara pria dan wanita. Freud juga percaya bahwa anak laki-laki mulai melihat ayah mereka sebagai saingan untuk ibu kasih sayang itu. Kompleks Oedipusmenggambarkan perasaan ini ingin memiliki ibu dan keinginan untuk menggantikan ayah.Namun, anak juga kekhawatiran bahwa ia akan dihukum oleh ayah untuk perasaan ini, takut Freud disebut pengebirian kecemasan.<br />
Istilah Electra kompleks telah digunakan untuk menggambarkan satu set sama perasaan yang dialami oleh gadis-gadis muda. Freud, bagaimanapun, percaya bahwa gadis-gadis bukan iri pengalaman penis.<br />
Akhirnya, anak menyadari mulai mengidentifikasi dengan induk yang sama-seks sebagai alat vicariously memiliki orang tua lainnya. Untuk anak perempuan, Namun, Freud percaya bahwa penis iri tidak pernah sepenuhnya terselesaikan dan bahwa semua wanita tetap agak terpaku pada tahap ini. Psikolog seperti Karen Horney sengketa teori ini, menyebutnya baik tidak akurat dan merendahkan perempuan. Sebaliknya, Horney mengusulkan bahwa laki-laki mengalami perasaan rendah diri karena mereka tidak bisa melahirkan anak-anak.<br />
4. Fase Latensi<br />
Periode laten adalah saat eksplorasi di mana energi seksual tetap ada, tetapi diarahkan ke daerah lain seperti pengejaran intelektual dan interaksi sosial. Tahap ini sangat penting dalam pengembangan keterampilan sosial dan komunikasi dan kepercayaan diri.<br />
Freud menggambarkan fase latens sebagai salah satu yang relatif stabil. Tidak ada organisasi baru seksualitas berkembang, dan dia tidak membayar banyak perhatian untuk itu. Untuk alasan ini, fase ini tidak selalu disebutkan dalam deskripsi teori sebagai salah satu tahap, tetapi sebagai suatu periode terpisah.<br />
5. Tahap Genital atau Pubertas<br />
Menurut Freud dalam Crain (2007) tahap ini dimulai sekitar usia 11 tahun untuk anak perempuan, dan 13 tahun untuk anak laki-laki. Tahap ini merupakan tahap akhir perkembangan psikoseksual, individu mengembangkan minat seksual yang kuat pada lawan jenis. Freud mengatakan bahwa dari pubertas ke depan, tugas terbesar individu adalah membebaskan dari perwalian orang tua. Sebagai contoh, bagi remaja laki-laki maka dia membebaskan ikatan dengan ibu dan menemukan wanita yang disukainya. Kemudian dia juga harus menyelesaikan persaingannya dengan ayah dan membebaskan diri dari dominasi ayah atas dirinya.<br />
Apabila dalam tahap-tahap awal fokus hanya pada kebutuhan individu, maka kepentingan kesejahteraan orang lain tumbuh selama tahap ini. Jika tahap lainnya telah selesai dengan sukses, individu sekarang harus seimbang, hangat dan peduli. Tujuan dari tahap ini adalah untuk menetapkan keseimbangan antara berbagai bidang kehidupan</p>
<p><strong>TEORI PERKEMBANGAN MORAL</strong><br />
Perkembangan sosial merupakan proses perkembangan kepribadian individu selaku anggota masyarakat dalam berhubungan dengan orang lain. Perkembangan ini berlangsung sejak masa bayi hingga akhir hayat. Perkembangan merupakan suatu proses pembentukan social self (pribadi dalam masyarakat), yakni pembentukan pribadi dalam keluarga, bangsa dan budaya. Perkembangan sosial hampir dapat dipastikan merupakan perkembangan moral, sebab perilaku moral pada umumnya merupakan unsur fundamental dalam bertingkah laku sosial.<br />
Dalam Kamus Bahasa Indonesia yang diterbitkan Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional (2008) moral diartikan sebagai ajaran baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya. Moral juga dapat diartikan sebagai kondisi mental yang membuat orang tetap berani, bersemangat, bergairah, berdisiplin, bersedia berkorban, menderita, menghadapi bahaya, dan sebagainya atau keadaan perasaan sebagaimana diungkapkan dalam perbuatan. Sementara itu Moral disini dapat diartikan sebagai ajaran kesusilaan. Individu hanya akan berperilaku sosial tertentu secara memadahi apabila menguasai pemikiran norma perilaku moral yang diperlukan untuk menguasai pemikiran norma perilaku moral yang diperlukan.<br />
Seperti dalam proses perkembangan yang lainnya, proses perkembangan sosial dan moral selalu berkaitan dengan proses belajar. Kualitas hasil perkembangan sosial sangat bergantung pada kualitas proses belajar (khususnya belajar sosial), baik dilingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.<br />
Dalam psikologi belajar terdapat berbagai aliran pemikiran yang berhubungan dengan perkembangan moral. Diantara ragam aliran pemikiran perkembangan sosial tersebut yang paling terkenal adalah Aliran teori cognitive Psychology dengan tokoh utama Jean Piaget dan Lawrence Kohlberg. Serta Aliran teori Social Learning dengan tokoh utama Albert. Bandura dan R.H Walters. Dalam makalah ini yang akan kita bahas adalah aliran pemikiran cognitive Psychology dengan tokoh utama Jean Piaget dan Lawrence Kohlberg.<br />
<strong>Menurut Piaget</strong><br />
Dalam bukunya The moral judgement of the Child (1923) Piaget menyatakan bahwa kesadaran moral anak mengalami perkembangan dari satu tahap yang lebih tinggi. Pertanyaan yang melatar belakangi pengamatan Piaget adalah bagaimana pikiran manusia menjadi semakin hormat pada peraturan. Ia mendekati pertanyaan itu dari dua sudut. Pertama kesadaran akan peraturan (sejauh mana peraturan dianggap sebagai pembatasan) dan kedua, pelaksanaan dari peraturan itu. Piaget mengamati anak-anak bermain kelereng, suatu permainan yang lazim dilakukan oleh anak-anak diseluruh dunia dan permainan itu jarang diajarkan secara formal oleh orang dewasa. Dengan demikian permainan itu mempunyai peraturan yang jarang atau malah tidak sama sekali ada campur tangan orang dewasa. Dan melalui perkembangan umur maka orientasi perkembangan itupun berkembang dari sikap heteronom (bahwasannya peraturan itu berasal dari diri orang lain) menjadi otonom 9 dari dalam diri sendiri. Pada tahap heteronom anak-anak menggangap bahwa peraturan yang diberlakukan dan berasal dari bukan dirinya merupakan sesuatu yang patut dipatuhi, dihormati, diikuti dan ditaati oleh pemain. Pada tahap otonom, anak-anak beranggapan bahwa perauran-peraturan merupakan hasil kesepakatan bersama antara para pemain.<br />
Anak-anak pada usia paling muda hingga umur 2 tahun melakukan aktivitas bermain dengan apa adanya, tanpa aturan dan tanpa ada hal yang patut untuk mereka patuhi. Mereka adalah motor activity tanpa dipimpin oleh pikiran. Pada tahap ini merepa belum menyadari adanya peraturan yang koersif, atau bersifat memaksa dan harus di taati. Dalam pelaksanaannya peraturan kegiatan anak-anak pada umur itu merupakan motor activiy.<br />
Anak-anak pada umur antara 2 sampai 6 tahun mereka telah mulai memperhatikan dan bahkan meniru cara bermain anak-anak yang lebih besar dari mereka. Pada tahap ini anak-anak telah mulai menyadari adanya peraturan dan ketaatan yang telah dibuat dari luar dirinya dan harus ditaati dan tidak boleh diganggu gugat. Pada tahap ini anak-anak cenderung bersikap egosentris, mereka akan memandang “sangat salah” apabila aturan yang telah ada di ubah dan dilanggar. Dan ia meniru apa yang dilihatnya semata-mata demi untuk dirinya sendiri, tidak tahu bahwa bermain adalah aktivitas yang dilakukan dengan anak-anak lainnya. Sehingga meskipun bermain dilakukan secara bersama sama namun sebenarnya mereka bermain secara individu, sendiri-sendiri dengan melakukan pola dan cara yang mereka yakini sendiri. Pelaksanaan yang bersifat egosentris merupakan tahap peralihan dari tahap yang individualistis murni ke tahap permainan yang bersifat sosial.<br />
Anak pada usia 7-10 tahun beralih dari kesenangan yang semata-mata psikomotor kepada kesenangan yang didapatkan dari persaingan dengan kawan main dengan mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku dan disetujui bersama. Walaupun sebenarnya tidak faham akan peraturan sampai hal yang paling kecil namun keinginan untuk bekerja sama dengan kawan bermain amatlah besar. Anak ingin memahami peraturan dan bermain dengan setiap mengikuti peraturan itu. Pada tahap ini sifat heteronom berangsur menjadi otonom.<br />
Pada usia 11 sampai 12 tahun kemampuan anak untuk berfikir abstrak mulai berkembang. Pada umur umur itu, kodifikasi ( penentuan) peraturan sudah dianggap perlu. Kadang-kadang mereka lebih asyik tertarik pada soal-soal peraturan daripada menjalankan permainannya sendiri.<br />
<strong>Menurut Kohlberg</strong><br />
Teori Piaget kemudian menjadi inspirasi bagi Kohlberg. Hal yang menjadi kajian Kohlberg adalah tertumpu pada argumentasi anak dan perkembangan argumentasi itu sendiri. Melalui penelitian yang dilakukannya selama 14 tahun, Kohlberg kemudian mampu mengidentifikasi 6 (enam) tahap dalam moral reasoning yang kemudian dibagi dalam tiga taraf<br />
1. Taraf Pra-Konvensional<br />
Pada taraf ini anak telah memiliki sifat responsif terhadap peraturan dan cap baik dan buruk, hanya cap tersebut ditafsirkan secara fisis dan hedonistis (berdasarkan dengan enak dan tidak enak, suka dan tidak suka) kalau jahat dihukum kalau baik diberi hadiah. Anak pada usia ini juga menafsirkan baik buruk dari segi kekuasaan dari asal peraturan itu diberi, orang tua, guru, dan orang dewasa lainnya. Pada taraf ini terdiri dari dua tahpan yaitu :<br />
1) punishment and obedience orientation. Akibat-akibat fisik dari tindakan menentukan baik buruknya tindakan tersebut menghindari hukuman dan taat secara buta pada yang berkuasa diangga bernilai pada dirinya sendiri.<br />
2) Instrument-relativist orientation. Akibat dalam tahap ini beranggapan bahwa tindakan yang benar adalah tindakan yang dapat menjadi alat untuk memuaskan kebutuhannya sendiri dan kadang-kadang juga kebutuhan orang lain. Hubungan antar manusia dianggap sebagai hubungan jual beli di pasar. Engkau menjual saya membeli, saya menyenangkan kamu, maka kamu mesti menyenangkan saya.<br />
2. Conventional Level (taraf konvensional)<br />
Pada taraf ini mengusahakan terwujudnya harapan-harapan keluarga atau bangsa bernilai pada dirinya sendiri. Anak tidak hanya mau berkompromi , tapi setia kepadanya, berusaha mewujudkan secara aktif, menunjukkan ketertiban dan berusaha mewujudkan secara aktif, menunjang ketertiban dan berusaha mengidentifikasi diri mereka yang mengusahakan ketertiban social. Dua tahap dalam taraf ini adalah :<br />
1) Tahap interpersonal corcodance atau “good boy-nice girl” orientation. Tingkah laku yang lebih baik adalah tingkah laku yang membuat senang orang lain atau yang menolong orang lain dan yang mendapat persetujuan mereka. Supaya diterima dan disetujui orang lain seseorang harus berlaku “manis”. Orang berusaha membuat dirinya wajar seperti pada umumnya orang lain bertingkah laku. Intensi tingkah laku walaupun kadang-kadang berbeda dari pelaksanaanya sudah diperhitungkan, misalnya orang-orang yang mencuri buat anaknya yang hampir mati dianggap berintensi baik.<br />
2) Tahap law and order, orientation. Otoritas peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan dan pemeliharaan ketertiban social dijunjung tinggi dalam tahap ini. Tingkah laku disebut benar, bila orang melakukan kewajibannya, menghormati otoritas dan memelihara ketertiban social.<br />
3. Post Konvensional Level (taraf sesudah konvensional)<br />
Pada taraf ini seorang individu berusaha mendapatkan perumusan nilai-nilai moral dan berusaha merumuskan prinsip-prinsip yang sah (valid) dan yang dapat diterapkan entah prinsip itu berasal dari otoritas orang atau kelompok yang mana. Tahapannya adalah :<br />
<em>1)Social contract orientation. Dalam tahap ini orang mengartikan benar-salahnya suatu tindakan atas hak-hak individu dsan norma-norma yang sudah teruji di masyarakat. Disadari bahwa nilai-nilai yang bersiat relative, maka perlu ada usaha untuk mencapai suatu consensus bersama.<br />
2)The universal ethical principle orientation. Benar salahnya tindakan ditentukan oleh keputusan suara nurani hati. Sesuai dengan prinsip-prinsip etis yang dianut oleh orang yang bersangkutan, prinsip prinsip etis itu bersifat avstrak. Pada intinya prinsip etis itu adalah prinsip keadilan, kesamaan hak, hak asasi, hormat pada harkat( nilai) manusia sebagai pribadi.</em></p>
<p><strong><br />
DAFTAR RUJUKAN</strong></p>
<p>Alwisol. 2007. Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press.</p>
<p>Anonymous. 2007. Search Books, Presentations, Business, Academics. (Online), (http://www.scribd.com. Diakses 15 Nopember 2010)</p>
<p>Anonymous. 2010. wikipedia. (Online), (http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_perkembangan_kognitif. Diakses 15 Nopember 2010).</p>
<p>Crain, W. 2007. Teori Perkembangan: Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.</p>
<p>Dariyo, A. 2003. Psikologi Perkembangan Dewasa Muda. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia</p>
<p>Gunarsa, D. S &amp; Gunarsa D.S.Y. 1991. Psikologi Praktis : Anak, Remaja Dan Keluarga. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.</p>
<p>Hurlock, E.B. 1980. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga</p>
<p>Long, J. S. 1984. Adult Life. California: Mayfield Publishing Company.</p>
<p>Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa</p>
<p>Universitas Negeri Malang. 2000. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (PPKI). Malang: Universitas Negeri Malang.</p>
<p>Walgito, B. 1999. Psikologi Sosial: Suatu Pengantar. Yogyakarta: Andi</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pernikmagazine.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pernikmagazine.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pernikmagazine.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pernikmagazine.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pernikmagazine.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pernikmagazine.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pernikmagazine.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pernikmagazine.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pernikmagazine.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pernikmagazine.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pernikmagazine.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pernikmagazine.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pernikmagazine.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pernikmagazine.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pernikmagazine.wordpress.com&amp;blog=4135072&amp;post=84&amp;subd=pernikmagazine&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pernikmagazine.wordpress.com/2012/01/30/teori-perkembangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f82a6c17e4dc8e6adaaf4e3d7d6070a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">PERNIK magazine</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERSEPSI II</title>
		<link>http://pernikmagazine.wordpress.com/2012/01/30/persepsi-2/</link>
		<comments>http://pernikmagazine.wordpress.com/2012/01/30/persepsi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 16:36:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PERNIK magazine</dc:creator>
				<category><![CDATA[PERSEPSI II]]></category>
		<category><![CDATA[PSIKOLOGI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pernikmagazine.wordpress.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[PERSEPSI (II) Pengertian Persepsi Manusia dapat menyaksikan dunia dengan segala kelengkapan isinya, semua yang telah disaksikan oleh manusia tersebut tidak terlepas dari peran panca indera. Namun kadang beberapa pertanyaan tiba-tiba melintas di benak kita, dapatkah apa yang telah ditangkap oleh panca indra kita disebut sebagai nyata dan akurat? Lalu kenapa kita biasanya masih memiliki kesan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pernikmagazine.wordpress.com&amp;blog=4135072&amp;post=81&amp;subd=pernikmagazine&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSEPSI (II)<br />
</strong></p>
<p><strong>Pengertian Persepsi</strong><br />
Manusia dapat menyaksikan dunia dengan segala kelengkapan isinya, semua yang telah disaksikan oleh manusia tersebut tidak terlepas dari peran panca indera. Namun kadang beberapa pertanyaan tiba-tiba melintas di benak kita, dapatkah apa yang telah ditangkap oleh panca indra kita disebut sebagai nyata dan akurat? Lalu kenapa kita biasanya masih memiliki kesan yang berbeda-beda terhadap lingkungan di sekitar kita? Hal tersebut dipengaruhi oleh apa yang kita sebut sebagai persepsi. Manusia mengkontruksi sesuatu melalui proses aktif dan kreatif yang kita sebut persepsi. Jadi persepsi adalah proses internal yang memungkinkan kita untuk memilih/melakukan seleksi, mengorganisasikan, menafsirkan/interpretasi yang mana mempengaruhi perilaku kita.<br />
Menurut Prof. Deddy Mulyana, Ph.d, persepsi merupakan inti dari komunikasi, dan inti dari persepsi adalah penafsiran, penafsiran sendiri adalah decoding dalam proses komunikasi. John R Wenburg dan William W Wilmot mendefinisikan persepsi sebagai cara organisme memberi makna. Sementara Rudolf F Verderber mengemukakan persepsi adalah proses menafsirkan informasi indrawi atau pendapat. Sedangkan J Cohen berpendapat persepsi didefinisikan sebagai interpertasi bermakna atas sensasi representatif obyek eksternal.<br />
Ditinjau dari sudut pandang psikologi, persepsi dapat diartikan sebagai proses penilaian terhadap obyek tertentu, yang mana proses penilaian tersebut selalu didahului oleh proses penginderaan. Sehingga persepsi dapat didefinisikan sebagai proses penilaian terhadap obyek tertentu yang didahului oleh proses penginderaan.<br />
<strong>Fokus Persepsi </strong><br />
Ada beberapa fokus persepsi manusia, antara lain:<br />
1.Teori Elemen<br />
<em>Obyek yang dipersepsi mulai dari yang kecil-kecil (individu)</em><br />
2.Teori Stereotif<br />
<em>Penyamarataan yang salah kaprah atas kelompok orang dengan mengabaikan ciri-ciri individu mereka. Beberapa prinsip yang terkait adalah: kedekatan, kesamaan, kesinambungan, dan ketertutupan.</em><br />
<strong>Faktor yang Mempengaruhi Persepsi</strong><br />
Menurut Rahmat (1988) faktor yang mempengaruhi persepsi antara lain harapan pengalaman masa lalu, dan keadaan psikologis yang mana menciptakan kumpulan perseptual.<br />
Selanjutnya Rahmat (1988) menyatakan:<br />
<em>1.Yang paling berpengaruh terhadap persepsi adalah perhatian, karena perhatian adalah proses mental ketika stimulus atau rangkaian stimulus menjadi menonjol dalam kesadaran, pada saat stimulus lainya melemah. Dalam stimulus mempunyai sifat-sifat yang menonjol, antara lain intensitas dan pengulangan. Diri orang yang membentuk persepsi itu sendiri. Apabila seseorang melihat sesuatu dan berusaha memberikan interpretasi tentang apa yang dilihatnya itu, ia dipengaruhi oleh karateristik individual yang turut berpengaruh seperti sikap kepentingan, minat, kebutuhan, pengalaman, harapan dan kepribadian.</em><br />
<em>2.Stimulus yang berupa obyek maupun peristiwa tertentu. Stimulus yang dimaksud mungkin berupa orang, benda atau peristiwa. Sifat-sifat sasaran itu biasanya berpengaruh terhadap persepsi orang yang melihatnya.<br />
3.Faktor situasi dimana pembentukan persepsi itu terjadi baik tempat, waktu, suasana dan lain-lain.</em><br />
Dari pendapat beberapa ahli di atas maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa persepsi harus dilihat secara konsektual, yang berarti dalam situasi mana persepsi itu timbul, perlu pula mendapat perhatian. Situasi merupakan faktor yang turut berperan dalam pertumbuhan persepsi seseorang.<br />
<strong>Perbedaan Persepsi</strong><br />
Perbedaan persepsi tersebut disebabkan karena stimulus-stimulus yang dihadapi seseorang dalam waktu yang sama menurut pada orang yang bersangkutan untuk melakukan kegiatan seleksi, seseorang tidak mungkin menangkap berbagai stimulus itu sekaligus dalam waktu yang sama (Mulyadi, 1989). Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa dalam persepsi terdapat proses menilai terhadap obyek atau peristiwa yang menjadi perhatian seseorang. Seseorang yang mempunyai persepsi tinggi terhadap sesuatu, maka akibat dari persepsi tersebut akan diwujudkan dalam penilaiannya terhadap kegiatan yang mereka persepsikan. Penilaian ini bisa positif atau negatif, perasaan senang atau tidak senang.<br />
Adapun sifat dari suatu persepsi adalah subyektif, sehingga persepsi seseorang terhadap suatu obyek bisa saja berbeda antara orang yang satu dengan yang lain. Terjadinya perbedaan persepsi tersebut disebabkan beberapa hal, antara lain: pengalaman yang berbeda, perasaan emosi yang berbeda, dan kemampuan berpikir yang berbeda.<br />
<strong>Kekonstanan Persepsi</strong><br />
Namun demikian di dalam pembelajaran persepsi kita perlu juga mengenal tentang kekonstanan persepsi (konsistensi), yaitu persepsi bersifat tetap yang dipengaruhi oleh pengalaman. Kekonstanan persepsi tersebut meliputi bentuk, ukuran, dan warna. Salah satu contoh kekonstanan persepsi, yaitu ketika kita meminum susu ditempat yang gelap maka kita tidak akan menyebut warna susu tersebut hitam, melainkan kita akan tetap menyebut warna susu adalah putih meski di dalam kegelapan warna putih sebenarnya tidak tampak.<br />
Begitu pula saat kita melihat uang logam dari arah samping, kita tetap akan menyebut uang logam tersebut berbentuk bundar. Padahal apabila kita melihat dari samping maka sebenarnya kita melihat uang logam tersebut berbentuk pipih. Itulah yang disebut dengan kekonstanan persepsi, kita memberikan persepsi terhadap suatu obyek berdasarkan pengalaman yang kita peroleh sebelumnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pernikmagazine.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pernikmagazine.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pernikmagazine.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pernikmagazine.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pernikmagazine.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pernikmagazine.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pernikmagazine.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pernikmagazine.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pernikmagazine.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pernikmagazine.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pernikmagazine.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pernikmagazine.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pernikmagazine.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pernikmagazine.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pernikmagazine.wordpress.com&amp;blog=4135072&amp;post=81&amp;subd=pernikmagazine&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pernikmagazine.wordpress.com/2012/01/30/persepsi-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f82a6c17e4dc8e6adaaf4e3d7d6070a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">PERNIK magazine</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GEN, EVOLUSI, DAN LINGKUNGAN</title>
		<link>http://pernikmagazine.wordpress.com/2010/10/28/gen-evolusi-dan-lingkungan/</link>
		<comments>http://pernikmagazine.wordpress.com/2010/10/28/gen-evolusi-dan-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Oct 2010 17:27:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PERNIK magazine</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gen Evolusi dan Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[PSIKOLOGI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pernikmagazine.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Menguak Tabir Rahasia Gen Terdapat berbagai aspek yang mempengaruhi manusia berbeda antara yang satu dengan yang lain. Menjadi sebuah pertanyaan besar bagi kita, darimana asalnya segala perbedaan itu? Para psikolog telah bertahun-tahun menggeluti persoalan-persoalan tersebut, dan akhirnya mereka terpecah dalam dua kubu yang berbeda. Kubu yang pertama, yaitu nativist, mereka menekankan pada gen dan kharakteristik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pernikmagazine.wordpress.com&amp;blog=4135072&amp;post=75&amp;subd=pernikmagazine&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Menguak Tabir Rahasia Gen</strong></p>
<p>Terdapat berbagai aspek yang mempengaruhi manusia berbeda antara yang satu dengan yang lain. Menjadi sebuah pertanyaan besar bagi kita, darimana asalnya segala perbedaan itu? Para psikolog telah bertahun-tahun menggeluti persoalan-persoalan tersebut, dan akhirnya mereka terpecah dalam dua kubu yang berbeda. Kubu yang pertama, yaitu <em>nativist</em>, mereka menekankan pada gen dan kharakteristik dasar (<em>nature</em>). Sedangkan kubu yang kedua adalah golongan <em>empiricist</em>, mereka menekankan pada proses belajar dan pengalaman (<em>nurture</em>).</p>
<p>Kini para ilmuwan memahami bahwa pembawaan hasil keturunan maupun lingkungan saling berinteraksi dalam menghasilkan sifat psikologis dan sebagian besar cirri fisik kita. Interaksi tersebut bekerja dalam dua arah, yaitu gen mempengaruhi lingkungan yang akan kita pilih, dan lingkungan mempengaruhi aktifitas gen sepanjang hidup kita.</p>
<p>Pengertian gen (<em>gene</em>) itu sendiri adalah unit dasar dari hereditas, yang terletak pada kromosom (<em>chromosome</em>), yaitu suatu struktur yang bentuknya seperti tongkat dan terletak ditengah-tengah (<em>nucleus</em>) setiap sel tubuh.</p>
<p>Kromosom berisikan molekul-molekul DNA (<em>deoxyribonucleic acid</em>) yang bentuknya menyerupai benang. Gen-gen tersebut mengandung sekumpulan kecil DNA. Setiap kromosom mengandung ribuan gen, masing-masing terletak pada tempat tertentu. Dalam setiap gen, kombinasi empat elemen DNA yaitu asam amino adenine, thymine, cytosine, dan guanine (ATCG) membentuk suatu kode kimiawi yang berperan dalam menentukan sintesis protein tertentu. Kemudian, protein-protein ini akan mempengaruhi keseluruhan struktur dan karakteristik biokimiawi organisme.</p>
<p>Sebagian besar sifat manusia tidak hanya tergantung pada sepasang gen, maka dari itu menemukan kontribusi genetis mengenai sifat-sifat seseorang merupakan pekerjaan yang sangat sulit. Salah satu metode yang pernah digunakan untuk mencari gen yang berkaitan dengan sejumlah kondisi fisik dan mental manusia tersebut, adalah <em>linkage study</em>. Penelitian ini memanfaatkan kecenderungan gen-gen yang letaknya berdekatan satu sama lain dalam kromosom diwariskan bersama-sama dari generasi ke generasi secara turun temurun.</p>
<p>Hingga saat ini, meskipun para peneliti dapat menemukan lokasi suatu gen, mereka tidak dengan sendirinya mengetahui peran gen tersebut dalam fungsi fisik maupun psikologis. Akan tetapi menemukan lokasi sebuah gen hanya sekedar langkah pertama untuk bias mengetahui apa dan bagaimana cara kerja gen tersebut.</p>
<p><strong>Genetika Persamaan</strong></p>
<p>Menurut psikologi evolusi, kesamaan-kesamaan antara manusia sebagian berkaitan dengan karakter genetis yang berkembang selama sejarah evolusi spesies kita. Evolusi (<em>evolution</em>) pada dasarnya merupakan perubahan frekuensi munculnya gen dalam suatu populasi, suatu perubahan yang secara umum berlangsung pada banyak generasi. Perubahan-perubahan yang berlangsung pada suatu spesies tertentu tersebut apabila terjadi perubahan yang cukup besar, maka akan mengakibatkan terbentuknya spesies baru.</p>
<p>Salah satu alasan terjadinya perubahan tersebut antara lain adalah sebagai berikut. Jika selama pembelahan sel-sel yang menghasilkan sperma dan telur terjadi kesalahan dalam menyalin rangkaian DNA yang asli, gen-gen itu secara spontan dapat berubah atau mengalami mutasi.</p>
<p>Di samping itu, selama masa pembentukan sperma atau telur, sebagian kecil materi genetis saling bertukar tempat dari satu pasangan kromosom ke pasangan kromosom lain, sebelum terjadinya pembelahan sel. Kemudian terjadinya mutasi gen dan pengombinasian ulang susunan material dari gen tersebut, terbentuklah variasi-variasi genetis baru.</p>
<p>Menurut prinsip seleksi alam (<em>natural selection</em>), nasib dari variasi-variasi gen ini tergantung pada lingkungan. Jadi jika dalam suatu lingkungan tertentu, individu-individu yang memiliki sifat-sifat genetis tertentu cenderung lebih berhasil dibandingkan individu-individu lain yang memiliki sifat-sifat genetis berbeda dalam hal bertahan hidup, baik itu dalam hal mencari makanan, bertahan terhadap tempaan cuaca, atau mengalahkan musuh, maka semakin lama gen-gen mereka akan menjadi lebih banyak ditemui di dalam populasinya.</p>
<p><strong>Warisan Kita Sebagai Manusia: Bahasa</strong></p>
<p>Bahasa adalah seperangkat aturan untuk menggabungkan unsur-unsur yang tak bermakna seperti suara atau isyarat sehingga menjadi suatu rangkaian kata atau ungkapan berstruktur yang mengandung arti. Bahasa memungkinkan manusia untuk mengekpresikan dan memahami sejumlah ungkapan-ungkapan tak terbatas yang dibuat pada suatu saat tertentu.</p>
<p>Seorang ahli bahasa bernama Noam Chomsky mengemukakan berbagai bukti bahwa bahasa merupakan pembawaan sejak lahir. Namun, masih banyak ahli bahasa lain yang masih berpendapat bahwa pengalamanlah yang lebih besar pengaruhnya. Maka dari itu, perkembangan berbahasa tergantung dari kematangan biologis dan pengalaman sosial.</p>
<p><strong>Warisan Kita Sebagai Manusia: Berpasangan dan Berhubungan Seksual</strong></p>
<p>Menurut para ahli sosiobiologi dan para ahli psikologi evolusi, sebagai reaksi terhadap berbagai masalah kelangsungan hidup, manusia telah mengembangkan sejumlah strategi seksual dan strategi berpasangan yang berbeda, dalam bentuk berbagai aturan dan banyak aspek dalam kehidupan bermasyarakat.</p>
<p>Para ahli berpendapat, pria lebih mungkin beradaptasi jika memiliki sifat tidak memilih-milih pasangan. Sedangkan wanita cenderung berlaku monigami, bersikap pemilih terhadap terhadap pasangannya, dan lebih memilih keamanan daripada kesenangan baru.</p>
<p><strong>Perbedaan Genetis</strong></p>
<p>Adanya variasi dalam suatu spesies menimbulkan sebuah pertanyaan besar, apakah perbedaan tersebut disebabkan oleh factor genetis ataukah oleh pengalaman dan motivasi? Untuk menjawab pertanyaan tersebut para ahli genetika perilaku menghitung statistic yang disebut heritabilitas (<em>heritability</em>) yang memperkirakan proporsi dari total varians suatu sifat yang dapat dijelaskan melalui variasi genetis dalam suatu kelompok.</p>
<p>Berikut adalah fakta-fakta mengenai heritabilitas: (1) Perkiraan mengenai pewarisan suatu sifat hanya dapat diterapkan terhadap kelompok khusus yang berdiam di dalam lingkungan khusus; (2) Perkiraan pewarisan suatu bawaan tidak dapat diterapkan ke setiap individu tapi hanya dapat diterapkan ke variasi-variasi dalam sebuah kelompok; (3) Sifat yang sangat dapat diwariskan atau diturunkan pun dapat dimodifikasi oleh lingkungan.</p>
<p><strong>Keragaman Manusia: Masalah Inteligensi</strong></p>
<p>Dalam penelitian mengenai sifat yang diwariskan, pengukuran terhadap fungsi intelektual biasanya menggunakan IQ (<em>intelligence quotient</em>), atau skor IQ. Dalam penelitian perkiraan sumbangan faktor keturunan terhadap intelegensi adalah sekitar 0,40 hingga 0,50 untuk anak-anak dan remaja, serta 0,60 hingga 0,80 untuk orang dewasa. Dibandingkan kembar fraternal, kembar identik lebih menunjukkan kesamaan. Demikian pula dengan anak-anak adopsi, biasanya mereka menunjukan hubungan skor yang lebih tinggi dengan orang tua biologisnya dibandingkan dengan orang tua angkatnya. Akan tetapi hal tersebut tidak berarti bahwa gen menentukan inteligensi, karena varian sisa dari skor-skor IQ yang ada pasti sebagian besar dipengaruhi pula oleh lingkungan.</p>
<p><strong>Di Balik Perdebatan Antara Nature dan Nurture</strong></p>
<p>Faktor keturunan maupun lingkungan saling berinteraksi untuk menghasilkan perpaduan kualitas yang unik, yaitu manusia. Aktif tidaknya suatu gen, tergantung pada pengalaman yang dimiliki dan aktifitas dari gen-gen lain.</p>
<p>Aktifitas gen juga bervariasi akibat proses biokimia acak yang terjadi di dalam badan sel, yang disebut sebagai noise. Akibat noise itulah, baik kembar identik bahkan hasil cloning sekalipun, spesies yang sama secara genetis, yang tinggal di lingkungan yang sama, dapat memiliki penampilan dan perilaku yang berbeda.</p>
<p>Pemilihan waktu dan pola aktifitas genetis merupakan hal yang penting, tidak hanya sebelum lahir, namun juga sepanjang hidup. Ini berarti bahwa genom bukanlah suatu design yang statis bagi perkembangan, namun merupakan suatu jaringan kerja dari berbagai pengaruh yang dinamis.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pernikmagazine.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pernikmagazine.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pernikmagazine.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pernikmagazine.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pernikmagazine.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pernikmagazine.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pernikmagazine.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pernikmagazine.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pernikmagazine.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pernikmagazine.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pernikmagazine.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pernikmagazine.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pernikmagazine.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pernikmagazine.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pernikmagazine.wordpress.com&amp;blog=4135072&amp;post=75&amp;subd=pernikmagazine&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pernikmagazine.wordpress.com/2010/10/28/gen-evolusi-dan-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f82a6c17e4dc8e6adaaf4e3d7d6070a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">PERNIK magazine</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AJI LEMBU SAKILAN</title>
		<link>http://pernikmagazine.wordpress.com/2008/08/06/aji-lembu-sakilan/</link>
		<comments>http://pernikmagazine.wordpress.com/2008/08/06/aji-lembu-sakilan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 15:16:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PERNIK magazine</dc:creator>
				<category><![CDATA[AJI LEMBU SAKILAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pernikmagazine.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[AJI LEMBU SAKILAN<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pernikmagazine.wordpress.com&amp;blog=4135072&amp;post=66&amp;subd=pernikmagazine&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>AJI LEMBU SAKILAN</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Aji Lembu Sakilan ini sangat tersohor hingga kini, aji ini sangat  tepat digunakan sebagai perisai diri dalam sebuah pertempuran. Bila diamalkan dengan baik, maka semua serangan musuh akan meleset sejauh satu kilan (kurang lebih satu kaki), baik itu berupa serangan tangan kosong, senjata tajam bahkan senjata api.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Amalan aji Lembu Sakilan adalah sebagai berikut:</span></p>
<p>“<span style="font-family:Arial,sans-serif;"><em>Bismillahirrohmanirrohim,</em></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><em>Ingsun amatek ajiku Lembu Sakilan,</em></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><em>Rasulku lungguh,</em></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><em>Brahim nginep babahan,</em></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><em>Kep karekep barukut kinemulan wesi kuning, wesi mekangkang,</em></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><em>Sacengkang, sakilan, sadempu,</em></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><em>Sakabehing braja tan ana nedasi,</em></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><em>Bedil pepet, mriyem buntet,</em></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><em>Tan tumama saking kersaning Allah,”</em></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Untuk memperoleh aji Lembu Sakilan tersebut, anda dapat mengamalkan </span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><em>lelaku</em></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> sebagai berikut:</span></p>
<ul>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Berpuasa 41 hari.</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Selama dalam puasa harus 	sabar, jangan memanggil sapi atau menirukan suara sapi, dan tidak 	diperbolehkan makan daging sapi.</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Selama dalam puasa, setiap 	selesai sholat fardhu amalan aji ini dibaca sebanyak 21 kali.</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Selama dalam puasa, setiap 	akan mandi membaca mantra aji tersebut sebanyak 21 kali, kemudian 	setiap kali usai membaca mantra tersebut menghembuskan nafas ke air.</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Selama dalam puasa, setiap 	malam melakukan sholat hajat khusus dan meminta kepada Allah SWT 	untuk diberikan aji Lembu Sakilan, kemudian membaca amalan aji 	tersebut sebanyak 75 kali.</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Setelah selesai berpuasa 	selama 41 hari, setiap hari amalan tersebut harus dibaca tiga kali 	setiap selesai melaksanakan sholat fardhu.</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Pantangan aji Lembu Sakilan 	ini adalah berbuat selingkuh.</span></li>
</ul>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Amalkanlah mantra tersebut dengan penuh keyakinan dan dengan niat yang baik, karena jika malan ini dilakukan dengan keraguan dan niat jelek, niscaya tidak akan memperoleh hasil yang diinginkan. </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pernikmagazine.wordpress.com/66/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pernikmagazine.wordpress.com/66/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pernikmagazine.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pernikmagazine.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pernikmagazine.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pernikmagazine.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pernikmagazine.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pernikmagazine.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pernikmagazine.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pernikmagazine.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pernikmagazine.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pernikmagazine.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pernikmagazine.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pernikmagazine.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pernikmagazine.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pernikmagazine.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pernikmagazine.wordpress.com&amp;blog=4135072&amp;post=66&amp;subd=pernikmagazine&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pernikmagazine.wordpress.com/2008/08/06/aji-lembu-sakilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f82a6c17e4dc8e6adaaf4e3d7d6070a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">PERNIK magazine</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AJI BEGANANDA</title>
		<link>http://pernikmagazine.wordpress.com/2008/08/06/aji-begananda/</link>
		<comments>http://pernikmagazine.wordpress.com/2008/08/06/aji-begananda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 15:11:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PERNIK magazine</dc:creator>
				<category><![CDATA[AJI BEGANANDA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pernikmagazine.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[AJI BEGANANDA<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pernikmagazine.wordpress.com&amp;blog=4135072&amp;post=64&amp;subd=pernikmagazine&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>AJI BEGANANDA</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Aji Begananda ini dahulu sangat tersohor, aji ini biasanya digunakan oleh seorang pencuri untuk </span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><em>nyirepi</em></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> (membuat tidur) pemilik rumah yang akan dituju. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Mantra aji Begananda adalah sebagai berikut:</span></p>
<p>“<span style="font-family:Arial,sans-serif;"><em>Hong ingsun amatek ajiku sirep Begananda kang ana indrajit,</em></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><em>Kumelunnglimuti ing mega malang,</em></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><em>Bul petheng dhedet alimengan upas racun darubesi,</em></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><em>Pet pepet kemput bawur wora-wari aliwaran tekane wimanasara, kang katempuh jim setan peri prayangan,</em></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><em>Gendruwo, jalma manungsa tan wurung ambruk lemes wuta tan bisa krekat, blek sek turu kepati saking kersane Allah,”</em></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Cara membaca mantra aji ini yaitu dengan berdiri di depan rumah yang dituju, kemudian menengadah di angkasa dan mengucapkan mantra </span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><em>pangundangan</em></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> sebagai berikut:</span></p>
<p>“<span style="font-family:Arial,sans-serif;"><em>Hong mret mret nuli tumungkul ing pratiwi”</em></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Setelah mengucapkan mantra pangundangan tersebut menginjak tanah (</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><em>ngejak lemah</em></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">) tiga kali seraya menahan nafas.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Untuk memperoleh aji tersebut ada </span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><em>lelaku</em></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> yang terlebih dahulu harus dikerjakan oleh pengamalnya. Adapun </span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><em>lelaku</em></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> tersebut tidak dapat di sampaikan di dalam tulisan ini untuk menghindari penyalahgunaan aji Begananda ini.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pernikmagazine.wordpress.com/64/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pernikmagazine.wordpress.com/64/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pernikmagazine.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pernikmagazine.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pernikmagazine.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pernikmagazine.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pernikmagazine.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pernikmagazine.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pernikmagazine.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pernikmagazine.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pernikmagazine.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pernikmagazine.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pernikmagazine.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pernikmagazine.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pernikmagazine.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pernikmagazine.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pernikmagazine.wordpress.com&amp;blog=4135072&amp;post=64&amp;subd=pernikmagazine&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pernikmagazine.wordpress.com/2008/08/06/aji-begananda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f82a6c17e4dc8e6adaaf4e3d7d6070a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">PERNIK magazine</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
